Senin, Juli 26, 2010

Hanya ingin yang sederhana...


Sore ini diri bermenung, berusaha menggali apa yang terjadi dengan diri. Satu hal yang cukup diri dambakan, 'sedikit gemuk'.. Sudah beberapa kali diri mencoba untuk berusaha menambah berat, (saat ini tanpa minum obat cacing). Berusaha untuk selalu ngemil, itu yang diri lakukan ketika di Tanjung Pandan dulu tapi belum juga menunjukkan hasil. Ada yang mengatakan "kamu ini TBC kali mar?"... ahh sepertinya tidak...ALHAMDULILLAH...

Cara lain yang belum diri coba yaitu minum obat cacing, sepertinya sejak smp diri belum pernah minum obat cacing dan juga sejak smp juga diri merasa berat badan tidak bertambah. Statis di angka 52-54kg, pernah sekali 55kg itu pun karena nimbangnya sehabis makan. Kemaren waktu pergi nikahan teman malah 50kg. Hmmm....

Selain cara diatas masih ada satu hal lagi cara yang disarankan oleh seseorang yang saat ini diri anggap sebagai teman dekat.. atau malah lebih sebagai saudara. Solusi yang cukup bagus menurut diri >>nikah<< ... Yaa tentu saja diri belum mencobanya, dan hal "itu" bukanlah sebuah coba-coba. Alasan untuk nikah karena ingin ada yang "merawat" itu bukan merupakan sebuah alasan yang pantas untuk dapat dijadikan sebagai dasar untuk menikah. Dan tentu saja si penjaga (orang tua) si calon istri pasti bakalan bertanya alasan menikah. Gak mungkin kan jika diri menjawab biar ada yang ngurus saya supaya saya bisa gemuk... Heheh... bukan nya dapat jawaban malah dihajar sampai keluar pintu rumah empunya. Mengenai pernikahan, walimahan, atau baralek dalam bahasa minang nya memang diri sudah mempunyai hajatan sejak 2 tahun lebih yang lewat. Tapi ALLAH masih memberikan kepada diri kesempatan untuk menyempurnakan 'modal'. Modal yang diri maksud ilmu, kedewasaan, tingkah laku, sikap, dan tentu nya yang paling penting keistiqmahan ibadah. Terbesit niat ketika sebelum mengikuti pendidikan lagi, niat hati tulus yang hampir sama ketika mengikut test pertama kali setelah lulus SMA... "Hanya ingin yang sederhana, dan berilah sesuatu yang terbaik untuk agama hamba, untuk akhirat hamba" . Hmmmm....

Oh ya mengenai cerita kesederhanaan, cerita mengenai seorang yang yang pernampilan dan keseharian yang sederhana. Seorang bapak, diri mendengar cerita ini dari seorang ibu yang baik banget. Sang bapak ini ketika muda beliau mempunyai usaha sendiri, usaha yang beliau rintis dari 0. Alhamdulillah buah dari hasil usaha tersebut semakin berkembang. Beliau tetap berpenampilan sederhana, berpakaian sederhana, dan bergaul secara sederhana dengan orang lain, siapapun itu. Pada usia beliau sudah beranjak dewasa dan cukup umur untuk menikah, ada seorang ibu yang mau memperkenalkan anaknya pada sang pemuda ini. Pemuda ini juga penasaran dengan yang dikatakan si ibu tersebut, maka didapatlah kesepakatan untuk bertemu dengan anak ibu tersebut, ditempat ini, hari ini, dan jam segini.

Pada waktu pertemuan, pemuda yang terbiasa hidup sederhana, berpenampilan sederhana... padahal dengan keuntungan usaha yang beliau miliki bisa membeli pakaian yang sangat bagus. Tetapi karena sifat sederhana yang beliau miliki maka beliau menemui anak ibu tersebut dengan berpenampilan sederhana. Ketika pertemuan dengan si anak ibu, gadis tersebut merasa cuek dengan pemuda tersebut melihat penampilan pemuda itu, dan ia mengatakan " Maaf saya lagi nunggu pemuda pemiliki usaha ini, bukan kamu". mendengar perkataan gadis tersebut pemuda tersebut langsung pergi, hhmmm...

Ya itu cerita tentang penampilan seorang yang sederhana, ada satu lagi cerita yang diri ketahui tentang bapak ini masih tentang kesederhanaan. Masih ketika beliau masih muda, mungkin sedikit lucu. Ketika beliau sedang berjalan di pasar (yang saat itu berupa pasar tradisional), masih berpenampilan sederhana.. ada seorang ibu-ibu yang memanggil beliau dan meminta membawakan barang belanjaan untuk dibawa ke angkutan umum. Si Ibu itu mengira pemuda itu adalah buruh angkat, padahal beliau adalah pemilik usaha. Pemuda tersebut tetap membawakan barang belanjaan hingga ke angkutan umum dan menolak upah angkat yang diberikan si ibu. Ibu tersebut baru menyadarinya setelah berada diatas angkutang umum... Hehehe...

Kesederhanaan adalah sesuatu yang ingin diri capai. Setinggi apapun perolehan tetaplah menjadi sederhana yang tetap melihat ke bawah dan selalu bersyukur terhadap apa yang diperoleh. Seperti halnya pohon bambu yang tinggi tetapi tetap merunduk untuk selalu ingat bahwa ada yang masih berkekurangan dari dirinya.

*(teriring do'a utk seorang yang sangat sederhana di seberang selat sunda,
ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO
“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”)

3 komentar:

hanieeee....... mengatakan...

siapakah pemuda yg sederhana itu????

mrioo mengatakan...

hmmm... he is my lovely father...

hanieeee........ mengatakan...

Semoga anaknya mewarisi apa yang ada dalam diri ayahnya.....

Posting Komentar

musafir perjuangan.. © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute