Rabu, November 01, 2017

Cinta Kecil

Assalamualaikum Tuanku Tambusai,

Postingan kedua setelah vakum kali ini, diri sedikit berbagi tentang mengenai Cinta kecil. Cinta kecil sudah hadir kurang lebih 4 tahunan. Terasa begitu cepat masa kecilnya berlalu, Alhamdulillah... Segala Pujian diri haturkan pada Sang Khalik Pemilik Seluruh Alam atas izinNya lah diri bisa selalu hadir dalam setiap perkembangan cinta kecil. 

Satu hal yang membuat diri sangat bersyukur adalah akan daya tangkap cinta kecil, untuk usia seperti itu cinta kecil Alhamdulillah sudah hafal Al fatihah, Al Ikhlas, An Nas, Al Kautsar, dan sedikit al Falaq, beserta bacaan shalat. Semoga Allah selalu memberikan keteguhan dan keluhuran budi dan akhlak pada Cinta Kecil, selalu diberi petunjuk kearah kebaikan, dan selalu mencintai dan bertaqwa kepada Allah, cinta kepada Rasulnya, patuh dan dan selalu mendoakan kami ayah dan bunda nya, dan seluruh keluarga, dan orang-orang yang dekat dengannya... Aminn....


Wassalamualaikum....
 
______Tuanku Tambusai, 011120172226.


 



Assalamu'alaikum Pekanbaru,

(gambar : dari https://jalanblog.wordpress.com/2014/06/07/masjid-ar-rahman/)



Alhamdulillah empat tahun tidak isi blog, lama juga ternyata semua cerita empat tahun ini begitu banyak yang ingin ditulis di sini harus tersimpan. Mulai dari kehadiran si kecil, rutinitas kerja hingga kesibukan lain yang membuat diri sangat jarang membuka blog ini lagi.

Cerita hari ini, berbagi mengenai sebuah tausiyah yang diri terima pada hari kedua berada di negeri lancang kuning ini dalam agenda pekerjaan. Jadi di salah satu masjid yang berada di Kota Pekanbaru ini, ada suatu rutinitas kajian berupa tausiyah pendek yang disampaikan setelah azan Zhuhur sebelum melaksanakan Shalat Fardhu Zhuhur. Dalam papan pengumuman masjid ini terdapat jadwal tausiyah beserta ustadz yang memberikan tausiyahnya, rata-rata jika diri tidak salah lihat semua tausiyahnya diberikan sebelum shalat zhuhur.

Nah yang ingin diri bagi yaitu tausiyah tentang seorang laki-laki yang selalu disebut Nabi Muhammad SAW. Karena diri tidak terlalu bagus dalam menyusun kata-kata, berikut diri kutip dari laman sebelah tentang isi tausiyah tersebut  
 dikutip dari : https://cahayawahyu.wordpress.com/2014/08/05/sang-calon-penghuni-surga/

Ada sebuah kisah sederhana, tetapi sangat menarik untuk dicermati dan dijadikan sebagai ‘ibrah (pelajaran) tentang seorang ‘Calon Penghuni Surga”, yang pada saat Rasulullah s.a.w. berkisah, para sahabat pun memiliki rasa penasaran yang cukup tinggi. Dan yang paling menarik, Sang Calon Penghuni Surga itu adalah seorang laki-laki yang ‘luput’ dari perhatian para sahabat dan tidak terduga sama sekali. Dia ‘orang biasa’ yang – menurut Rasulullah sa.w. — memiliki keutamaan dibanding para sahabat Rasulullah s.a.w.. Nah, Siapakah dia? Inilah ceritanya.
Anas ibn Malik – salah seorang sahabat Rasulullah s.a.w. — menceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibn Hanbal dan an-Nasa’i, perihal orang yang disebut-sebut oleh Rasulullah s.a.w. sebagai calon penghuni surga.

Dari Anas ibn Malik, dia berkata: “Ketika kami sedang duduk bersama Rasulullah s.a.w., beliau bersabda, “Akan muncul kepada kalian seorang laki-laki penghuni surga”, lalu muncul seorang laki laki Anshar yang jenggotnya masih bertetesan sisa air wudhu, sambil menggantungkan kedua sandalnya pada tangan kirinya. Esok harinya Nabi s.a.w. bersabda seperti juga, lalu muncul laki-laki itu lagi seperti yang pertama, dan pada hari ketiga Nabi s.a.w. bersabda seperti itu juga dan muncul laki laki itu kembali seperti keadaannya yang pertama. Ketika Nabi s.a.w. berdiri, Abdullah ibn ‘Amr ibn al-‘Ash r.a. mengikuti laki-laki tersebut dengan berujar” Kawan, saya ini sebenarnya sedang bertengkar dengan ayahku dan saya bersumpah untuk tidak menemuinya selama tiga hari, jika boleh, ijinkan saya tinggal di tempatmu hingga tiga malam”, “Tentu”, jawab laki-laki tersebut. Anas ibn Malik berkata, Abdullah r.a. (Abdullah ibn ‘Amr ibn al-‘Ash) bercerita; aku tinggal bersama laki-laki tersebut selama tiga malam, anehnya tidak pernah aku temukan mengerjakan shalat malam sama sekali, hanya saja jika ia bangun dari tidurnya dan beranjak dari ranjangnya, lalu berdzikir kepada Allah ‘azza wa jalla dan bertakbir sampai ia mendirikan shalat fajar, selain itu juga dia tidak pernah mendengar dia berkata kecuali yang baik baik saja, maka ketika berlalu tiga malam dan hampir hampir saja saya menganggap remeh amalannya, saya berkata, “Wahai kawan, sebenarnya antara saya dengan ayahku sama sekali tidak ada percekcokan dan saling mendiamkan seperti yang telah saya katakan, akan tetapi saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda tentang dirimu tiga kali, “akan muncul pada kalian seorang laki-laki penghuni surga, lalu kamulah yang muncul tiga kali tersebut, maka saya ingin tinggal bersamamu agar dapat melihat apa saja yang kamu kerjakan hingga saya dapat mengikutinya, namun saya tidak pernah melihatmu mengerjakan amalan yang banyak, lalu amalan apa yang membuat Rasulullah s.a.w. sampai mengatakan engkau ahli surga?”, laki-laki itu menjawab, “Tidak ada amalan yang saya kerjakan melainkan seperti apa yang telah kamu lihat”, maka tatkala aku berpaling laki laki tersebut memanggilku dan berkata, “Tidak ada amalan yang saya kerjakan melainkan seperti apa yang telah kamu lihat, hanya saja saya tidak pernah mendapatkan pada diriku, rasa ingin menipu terhadap siapa pun dari kaum muslimin, dan saya juga tidak pernah merasa iri dengki kepada seorang atas kebaikan yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada seseorang”, maka Abdullah r.a. berkata, “Inilah amalan yang menjadikanmu sampai pada derajat yang tidak bisa kami lakukan.” (HR Ahmad dari Anas ibn Malik, Musnad Ahmad ibn Hanbal, III/166, hadis no. 12720 dan HR An-Nasâi, Sunan an-Nasâiy, IX/318, hadis no. 10633)
Mendengar cerita dari laki-laki tersebut, Ia (Abdullah ibn ‘Amr ibn al-‘Ash) pun “malu”, karena banyak dari kaum muslimin yang tidak atau paling tidak “kurang” memerhatikan akhlak tersebut. Tidak hanya ibadah mahdhah semata yang bisa mengantarkan manusia merasakan surga Allah, tetapi juga amalan kebaikan, termasuk sifat dan al-akhlâq al-karîmah. “Kemungkinan amalan inilah yang membuatmu mendapatkan derajat yang tinggi. Ini adalah amalan yang sangat sulit untuk dilakukan,” ujar Abdullah girang mendapat jawaban sekaligus pelajaran berharga. Ternyata, tidak sia-sia ‘Abdullah ibn ‘Amr ibn al-‘Ash menginap tiga hari bersama “Sang Calon Penghuni Surga” itu. Karena, ia mendapatkan pelajaran yang amat patut dicontoh dirinya maupun seluruh kaum muslimin.
Hati yang bersih dari prasangka buruk dan perasaan dengki kepada sesama hamba Allah, terlihat sederhana. Tapi justeru itulah yang sebenarnya paling sulit dilakukan. Barangkali kita mampu melaksanakan qiyâmullail, sujud, ruku’ di hadapan-Nya, tetapi amat sulit menghilangkan kedengkian kepada orang lain yang timbul dari apa yang Allah anugerahkan sesuatu kepada orang lain dan kita tak mendapatkannya. ”Inilah justeru yang belum dapat kita lakukan”, demikian kata ‘Abdullah ibn ‘Amr ibn al-‘Ash.

Ternyata, untuk masuk surga – menurut hadis di atas — hanya dibutuhkan tiga amalan:
Pertama, berusaha untuk tidak menyakiti orang lain.
Kita harus selalu berusaha untuk tidak menyinggung perasaan orang lain. Baik itu kepada ibu-bapak kita, isteri dan anak-anak, kerabat, tetangga, dan semua orang yang hidup di sekeliling kita. Kita harus selalu menjaga diri, agar tidak ada orang yang tersakiti atau bahkan tersinggung oleh ucapan dan perbuatan kita.
Kedua, kita harus selalu berusaha untuk tidak marah dan memaafkan. Karena kita tahu bahwa Rasullullah s.a.w. tidak suka marah dan sangat mudah memaafkan.
Ketiga, kita harus selalu berusaha untuk menjaga silaturrahim, menjalin hubungan baik dengan siapa pun dan menyambungkan kembali silaturrahim yang ‘tengah atau telah’ terputus.


__akhir kutipan__





Demikian posting pertama setelah vakum kurang lebih empat tahun,

Wassalamualaikum warahamatullahi wabarakatuhu.

Pekanbaru, 011120172207

Kamis, Januari 10, 2013

Cinta Ayah




Seorang pemuda sebentar lagi akan di-wisuda, sebentar lagi dia akan menjadi seorang sarjana, akhir dari jerih payah-nya selama beberapa tahun di bangku pendidikan.

Beberapa bulan yang lalu dia melewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobilsport, Selama beberapa bulan dia selalu membayangkan, nanti pada saat wisuda ayahnya pasti akan membelikan mobil itu kepadanya.

Dia yakin, karena dia anak satu-satunya dan ayahnya sangat sayang padanya, sehingga dia yakin banget nanti dia pasti akan mendapatkan mobil itu. Dia pun berangan-angan mengendarai mobil itu, bersenang-senang dengan teman-temannya. Bahkan semua mimpinya itu dia ceritakan ke teman-temannya.

Saatnya pun tiba, siang itu, setelah wisuda, dia melangkah pasti ke ayahnya. Sang ayah tersenyum, dan dengan berlinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga akan anaknya, dan betapa dia mencintai anaknya itu. Lalu dia pun mengeluarkan sebuah bingkisan,... bukan sebuah kunci!

Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia membukanya. dan dibalik kertas kado itu ia menemukan sebuah Buku yang bersampulkan kulit asli, di kulit itu terukir indah namanya dengan tinta emas. Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak, "Yah... Ayah memang sangat mencintai saya, tapi dengan semua uang ayah, ayah hanya membelikan Buku ini untukku?"

Dia membanting Buku itu lalu lari meninggalkan ayahnya. Ayahnya tidak bisa berkata apa-apa, hatinya hancur, dia berdiri mematung ditonton beribu pasang mata yang hadir saat itu.

Tahun demi tahun berlalu, sang anak telah menjadi seorang yang sukses, dengan bermodalkan otaknya yang cemerlang dia berhasil menjadi seorang yang terpandang. Rumahnya besar dan mewah, dan dikelilingi istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas.

Sementara itu ayahnya semakin tua dan tinggal sendirian. Sejak hari wisuda itu, anaknya pergi meninggalkan dia dan tak pernah menghubungi dia. Dia berharap suatu saat dapat bertemu anaknya itu, hanya untuk meyakinkan dia betapa sayangnya dia pada anaknya.

Sang anak pun kadang rindu dan ingin bertemu dengan sang ayah, tapi mengingat apa yang terjadi pada hari wisudanya, dia menjadi sakit hati dan sangat mendendam. Sampai suatu hari datang sebuah telegram dari kantor kejaksaan yang memberitakan bahwa ayahnya telah meninggal, dan sebelum ayahnya meninggal, dia mewariskan semua hartanya kepada anak satu-satunya itu. Sang anak disuruh menghadap Jaksa wilayah dan bersama-sama ke rumah ayahnya untuk mengurus semua harta peninggalannya.

Saat melangkah masuk ke rumah itu, mendadak hatinya menjadi sangat sedih, mengingat semua kenangan semasa dia tinggal di situ. Dia merasa sangat menyesal telah bersikap jelek terhadap ayahnya. Dengan bayangan-bayangan masa lalu yang menari-nari di matanya, dia menelusuri semua barang dirumah itu. Dan ketika dia membuka brankas ayahnya, dia menemukan Buku itu, masih terbungkus dengan kertas yang sama beberapa tahun yang lalu.

Dengan airmata berlinang, dia lalu memungut Buku itu dan mulai membuka halamannya. Di halaman pertama Buku itu, dia membaca tulisan tangan ayahnya, "Sampai kapanpun kamu adalah anak ayah, terimakasih sudah memberikan yang terbaik buat ayah"

Selesai dia membaca tulisan itu, sesuatu jatuh dari bagian belakang Buku itu. Dia memungutnya, ....sebuah kunci mobil!

Di gantungan kunci mobil itu tercetak nama dealer, persis sama dengan dealer mobil sport yang dulu dia idamkan ! Dia membuka halaman terakhir Buku itu, dan menemukan di situ terselip STNK dan surat-surat lainnya, namanya tercetak di situ. Dan sebuah kwitansi pembelian mobil, tanggalnya tepat sehari sebelum hari wisuda itu.

Dia berlari menuju garasi, dan di sana dia menemukan sebuah mobil yang berlapiskan debu selama bertahun-tahun, meskipun mobil itu sudah sangat kotor karena tidak disentuh bertahun-tahun, dia masih mengenal jelas mobil itu, mobil sport yang dia dambakan bertahun-tahun lalu.

Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendela mobil dan melongok ke dalam bagian dalam mobil itu masih baru, plastik membungkus jok mobil dan setirnya, di atas dashboardnya ada sebuah foto, foto ayahnya, sedang tersenyum bangga.

Mendadak dia menjadi lemas, lalu terduduk di samping mobil itu, air matanya tidak terhentikan, mengalir terus mengiringi rasa menyesalnya yang tak mungkin diobati. Ayah, maafkan anakmu yah, dan terimakasih atas hadiahnya.

http://www.dikutip.com/2012/07/kisah-mengharukan-ayah-maafkan-anakmu.html


_____________menanti calon cinta baru________________

Kamis, Agustus 02, 2012

Jadikan hamba, dia, dan mereka jadi insan yang selalu dekat dengan MU... Rabb







Cinta ….
Ruh yang mengalir lembut, menyenangkan, bersinar, jernih dan ceria

Cinta….
Ruh yang mengalir lembut, menyesakkan , berdera, jerih dan badai
tetapi dalam sebuah ikatan yang Allah halalkan

Cinta sejati akan bepesan ….
Bukan kita tersenyum karena kita bahagia, tetapi kita bahagia karena kita tersenyum

( Salim A.filah, baarakalaahu Laka, bahagianya merayakan cinta )
Sepotong senja terlewat beberapa kemarin
Temaram yang muram dan pendar lampu kota
Gemericik gerimis dan basah udara
Senja itu kita pendam sebentar untuk mengukur keberanian
Berenang keseberang tepian keramaian yang sering kita bicarakan
Setelah beberapa jeda kita meminjam ruang waktu
Untuk memastikan dengan siapa teman memungut obrolan saat benam senja nanti

Saatnya kini kita harus menandai semua makna hidup
Walau dalam bentuk narasi yang sederhana
Ku rasa dengan ini kita bisa berucap dengan lepas
Memang bukan teriakan tapi sekedar gumaman yang tanpa desakan

Ini cerita kita berdua, dan ini ruang cinta kita
Semoga ……
Kita berbeda dalam semua…
Kecuali Cinta
Ketika Tuhan menulis takdirNya
Tuhan juga menuliskan satu nama dalam hidupku
Bertahun aku menunggu satu nama itu
Akhirnya hari ini terjawab sudah penantian itu
Kamu adalah takdirku
Menyatukan mimpi menjadi harap
Menyatukan asa menjadi doa
Menyatukan hati tuk bersama
Menerima apa yang ada

Mencipta indah yang tiada
Meluruhkan rindu dalam pertemuan
Menautkan janji dalam ikrar suci
Menerima, menjaga, bukan tuk hari ini
Namun tuk selamanya

Melangkah di jalan baru tak hanya berdua
Namun membawa seluruh pengharapan sepanjang jalan
Merayakan saat ini dengan suka cita

Pertemuan dua hati
Peleburan segala putih niatan
Semoga Tuhan melanggengkan
Apa yang telah ia pertautkan
Ya Allah,
Andai Kau berkenan, limpahkanlah rasa cinta kepada kami,
Yang Kau jadikan pengikat rindu Rasulullah dan Khadijah Al Qubro
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra
Yang Kau jadikan penghias keluarga Nabi-Mu yang suci.

Ya Allah,
Andai semua itu tak layak bagi kami,
Maka cukupkanlah permohonan kami dengan ridlo-Mu
Jadikanlah kami Suami & Istri yang saling mencintai di kala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling menghibur dikala duka,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendoakan dalam kebaikan dan ketaqwaan,
Serta saling menyempurnakan dalam peribadatan.

Ya Allah,
Sempurnakanlah kebahagiaan kami
Dengan menjadikan perkawinan kami ini sebagai ibadah kepada-Mu
Dan bukti ketaatan kami kepada sunnah Rasul-Mu.

Amin Allahumma Amiin��
Kata-kata lembut yang kita bisikkan pada pasangan kita
Tersimpan di suatu tempat rahasia di Surga
Pada suatu hari, mereka akan berjatuhan bagaikan hujan
Lalu tersebar
Dan misteri cinta kita akan tumbuh….
Di segala penjuru bumi


http://diary-osi.com/kata-kata-mutiara-untuk-undangan-pernikahan

Minggu, Juli 08, 2012

... MAAF MAS, SAYA NGGAK PUNYA UANG KEMBALIAN ...



Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.

Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“Wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

Sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“Wah mas gak ada uang pas ya?”

“Nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“Maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”

“Waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“Udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“Oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

Jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”

Ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“Ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”

Selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“Wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

Kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“Loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“Sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“Tapi ini terlalu banyak mas”

“Saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

~ o ~

Salam santun dan keep istiqomah ...

--- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik ....
musafir perjuangan.. © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute