Postingan

Menampilkan postingan dengan label oASE

Sebelum Anda Mengeluh

Gambar
Sebelum Anda Mengeluh Hari ini, sebelum Anda berniat untuk mengucapkan perkataan buruk Pikirkanlah seseorang yang ditakdirkan tidak bisa berbicara Sebelum Anda mengeluhkan rasa makanan Pikirkan seseorang yang tidak punya makanan sama sekali Sebelum Anda mengeluh tidak cukup Pikirkan seseorang yang harus mengemis di pinggir jalan Sebelum Anda mengeluh tentang perkara yang buruk Pikirkan seseorang yang sekarang dalam keadaan terburuk dalam hidupnya Sebelum Anda mengeluh tentang suami/istri Anda Pikirkan tentang seseorang yang menangis sedih, memohon pasangan hidup kepada Allah Hari ini sebelum Anda mengeluh tentang kehidupan Pikirkan tentang seseorang yang telah meninggal dunia Sebelum Anda mengeluh tentang puttra-putri Anda Pikirkan tentang seseorang yang ditakdirkan untuk tidak dikaruniai putra-putri Sebelum Anda marah karena rumah yang kotor dan tidak ada yang membersihkan Pikirkan tentang tentang orang-orang yang harus tidur d...

Nikmatnya Bersahabat Dengan Kesendirian

Gambar
Hingar bingar dunia seringkali melenakan manusia. Keindahannya dibalut dalam keramaian yang penuh dengan kepentingan. Bagi yang tiada terbiasa, begitu kesendirian itu tiba, sejenak mereka akan merasa terpojok pada keadaan yang sangat menjemukan. Tapi justru sebenarnya disanalah nikmat itu berada. Kasih sayang Allah menanti kita untuk mendekat. Semua tergantung kepada keputusan diri kita untuk menyambutnya atau tidak. Bahkan batinpun butuh istirahat, butuh nutrisi lebih untuk menahkodai langkah kita selalu menuju jalan yang benar. Mereka butuh sejenak, untuk mereview laporan kebaikan dan kebandelan kita sebagai "anak buahnya", kepada Allah SWT. Ternyata kesendirian membawa nikmat bagi hati hati yang merasa tiada pernah sendiri. Ternyata kesedirian tak selamanya mematikan. Tanyalah kepada para pecinta malam yang terhanyut dalam sholat dan keintiman dengan Robb mereka. Betapa nikmatnya karunia sebuah air mata itu. Air mata penyesalan dan permohonan keampunan atas ...

Apa Pantas Berharap Syurga

Gambar
Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: "Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan". Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah? Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan...

===keimananku===

KEIMANANKU Andai matahari di tangan kananku Takkan mampu mengubah yakinku Terpatri dan takkan terbeli dalam lubuk hati Bilakah rembulan di tangan kiriku Takkan sanggup mengganti imanku Jiwa dan raga ini apapun adanya Andaikan seribu siksaan Terus melambai-lambaikan derita yang mendalam Seujung rambutpun aku takkan bimbang Jalan ini yang kutempuh Bilakah ajal kan menjelang Jemput rindu-rindu syahid yang penuh kenikmatan Cintaku hanya untukmu tetapkan muslimku selalu By: Shaff-fix

"Aku Menangis untuk Adikku enam Kali"

"Aku Menangis untuk Adikku enam Kali" * Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu mara...

Queue…, Please..!!!

Mengapa budaya antri menjadi hal yang “luar biasa” di negeri kita? Apa memang cerita tentang bangsa kita yang katanya ramah tamah dan berbudi luhur itu cuma isapan jempol belaka? Berikut peristiwa menyebalkan yang kerap kali saya alami, antrian diserobot orang lain…! (Cerita Satu) Kala itu bulan Ramadhan, ba’da ashar, saya dan suami sedang berbelanja di sebuah toko swalayan. Setelah semua barang yang saya cari telah masuk keranjang, saya bergegas ke kasir, antriannya tidak begitu panjang, seingat saya ada 4 atau 5 orang di depan saya. Ketika antrian tinggal satu orang lagi, tiba-tiba datang seorang ibu dari arah belakang, langsung menuju ke kasir dan berkata, “Dek, saya cuma beli ini, saya harus buru-buru nih, langsung dihitung ya!” perintahnya sambil menunjuk keranjang belanjanya yang berisi setengah lusin sirup dan sekantong plastik gula. Kasir mempersilakan ibu itu untuk antri, tapi si ibu tetap ngotot, dia berujar lagi, “Kan cuma ini belanjaannya? Paling satu menit juga selesai d...

Hidup Ini Harus Memilih

Setiap individu ini harus melakukan pilihan. Pilihan itulah yang nantinya akan mendasari seluruh proses kehidupannya. Tidak seorang muslim atau mukminpun yang dalam posisi tidak memilih.Ia harus menentukan pilihannya. Dan, atas pilihannya itulah, yang akan menentukan nasib manusia, kelak ketika ia sudah meninggalkan dunia yang fana ini. Manusia akan mendapatkan ‘reward’ dan ‘funishment’ oleh Allah Azza Wa Jalla berdasarkan keputusan dalam menentukan pilihannya itu. Kehidupan ini sudah memberikan pelajaran yang konkrit dan jelas, terutama bagi manusia, yang senantiasa mau berfikir, dan memikirkan, khususnya atas fenomena alam semesta. Seperti pergantian waktu. Ada waktu siang yang terang, dan ada waktu malam yang gelap. Ada terang karena sinar matahari, dan ada gelap ketika matahari sirna oleh datangnya malam. Maka, ketika datangnya fajar di pagi hari itulah, yang dinamakan datangnya kehidupan. Dan, selalu dimulai dengan mengingat Allah Ta’ala melalui takbir, tahlil dan tahmid. Manusia ...