Kamis, Juli 29, 2010

Chayooo.....

Mencoba menjalani rutinitas dengan kesibukan tingkat tinggi, sedikit penyemangat diri...


Maha Mendengar
Album :
Munsyid : Tsunami
http://liriknasyid.com


Kala gundah menghampiri
Ragu merasuki hati
jiwa kan terasa hampa
tak lagi bercahaya
Kala cobaan menguji
Hatimu seakan mati
Hidup pun terasa berat
Untuk di jalani
Kala mimpi tak terwujud
Bahagia bagai tlah lenyap
Seolah dunia tlah pergi
Tinggalkanmu...
Ingatlah sesungguhnya
Semua itu tak berarti
Dan ingatlah sesungguhnya
Allah...

Reff:
Maha mendengar semua...
Doa yang kita ucap
Dan maha memberi
s'gala yang kita minta
Sedang saat kita lupa...
Akan nikmat dariNya
Allah tetap menyayangi hambaNya.

*(semangat mrioo... ^_^ )

Merindukan cahaya...

Malam ini masih seperti malam-malam sebelumnya, masih tetap 100Watt... heheh.... Ya bedanya kali ini karena memang keadaan, keadaan atau mungkin yang lebih tepatnya kewajiban. Saat ini diri masih menikmatinya, yaa.. walaupun memang agak sedikit jenuh dengan perkuliahan.

Biasanya kesibukan malam diisi dengan keheningan saja, kadang-kadang sambil nyalain tv, tapi kali ini lain. Winamp lah yang lebih bagus diputar. Sambil milih-milih file mana yang biasa diputar, akhirnya tertuju pada My Computer > Umum > Netbook Big > ISLAMIC > nasyeed....
klik kanan trus Play in Winamp...... Lumayan praktis, tinggal duduk manis, pencet-pencet keyboard...

Uppss... tunggu dulu!! ada yang kurang.... oh iyaaaa.... Mute Volume ny di off-in dulu.... nah ini baru lumayan....
Wah masih kurang nie,,, gedein lagi volume nya jadi 82.. hehehe....

Lantunan pertama....

Rindu

Artist: Hijjaz

Rindu itu adalah
Anugerah dari Aallah
Insan yang berhati nurani
Punyai rasa rindu

Rindu pada kedamaian
Rindu pada ketenangan
Rindukan kesejahteraan
Dan juga kebahagiaan

Orang-orang yang bertaqwa
Rindu akan kebenaran
Kejujuran dan keikhlasan
Keredhaan Tuhannya

Orang mukmin merindukan
Anak-anak yang soleh
Isteri-isteri solehah
Keluarga bahagia

Para pencinta kebenaran
Rindukan suasana
Masyarakat yang terjalin
Aman dan sejahtera

Merindukan tertegaknya
Kalimah Allah di muka bumi
Dan dalam merindukannya
Keampunan Tuhannya

Dan seluruh umat itu
Merindukan cahaya
Yang menyinari kehidupan
Rindu pada Tuhan

*(teriring do'a untuk sahabat yang saat ini sedang di rawat, semoga cepat sempuh mas..)


Selasa, Juli 27, 2010

Maafkan saya...

Hmm.... Sebuah helaan nafas yang diri bisa lakukan. Ternyata terlalu banyak diri membuat kesalahan. Kesalahan yang diperbuat itupun cukup membuat diri kurang konsentrasi. Permasalahannya bukan hanya pada diri pribadi, tetapi juga orang lain. Permintaan maaf diri haturkan untuk yang telah tersakiti karena kesalahan diri...
Maafkan saya....
Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosa hamba yang dhaif ini...
AMIN..

*(permintaan maaf yang hanya bisa saya sampaikan karena kelalaian dan kesalahan saya, semoga ALLAH SWT selalu menjaga sesuatu yang telah digariskan kepada umat NYA,,,AMINN...)

Penelitian: Kasih Sayang Seorang Ibu Akan Bantu Atasi Stres Anak Setelah Dewasa


Pernyataan dan perwujudan rasa sayang dan cinta seorang ibu terhadap anak-anaknya ternyata dapat membantu anak-anak tersebut untuk mengatasi stres mereka pada saat dewasa nanti, menyoroti ikatan ibu-anak dalam fleksibilitas emosional, kata kesimpulan satu penelitian.

Sebuah tim peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Joanna Maselko dari Duke University di North Carolina, telah menemukan bahwa tingginya kasih sayang seorang ibu cenderung memfasilitasi pertalian aman antara ibu dan anak yang tidak hanya menurunkan tekanan sang anak tetapi juga dapat membantu anak untuk mengembangkan kehidupan yang efektif, sosial, dan keterampilan sewaktu sang anak menjadi dewasa.

"Kami menemukan bahwa pengamatan secara objektif pada tingkat kadar kasih sayang antara ibu dan bayi mereka yang berusia delapan bulan dapat dikaitkan dengan lebih sedikit gejala tingkat stres atau sakit sang anak sesudah 30 tahun kemudian," lapor tim peneliti.

Peneliti mengadakan penelitian membujur pada hampir 500 orang individu sewaktu masih anak-anak dan menjadi orang dewasa di negara bagian AS Rhode Island.

Pada awal penelitian, para psikolog menilai kualitas interaksi antara ibu dan anak-anak mereka yang berusia delapan bulan selama rutinitas perkembangan check up ibu dengan memberikan skor berdasarkan kehangatan interaksi keduanya.

Tiga puluh tahun kemudian, para psikolog melakukan wawancara dengan orang dewasa tentang kesejahteraan mereka dan emosi mereka dan menanyakan apakah mereka menganggap ibu mereka telah memberikan kasih sayang terhadap mereka.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat, mengungkapkan bahwa orang dewasa yang sewaktu bayi mendapatkan kasih sayang yang lebih dari ibu mereka memiliki tingkat terendah atas kecemasan, permusuhan, dan gejala stres umum yang biasa terjadi pada orang dewasa.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan ini menambah bukti bahwa semakin meningkat rasa sayang seorang ibu terhadap anaknya di masa kecil akan membantu sang anak melakukan persiapan untuk pengalaman kehidupan dewasa nanti, namun mengatakan pengaruh faktor lain, seperti kepribadian, pengasuhan, dan sekolah, tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/penelitian-kasih-sayang-seorang-ibu-akan-bantu-atasi-stres-anak-setelah-dewasa.htm

Senin, Juli 26, 2010

Hanya ingin yang sederhana...


Sore ini diri bermenung, berusaha menggali apa yang terjadi dengan diri. Satu hal yang cukup diri dambakan, 'sedikit gemuk'.. Sudah beberapa kali diri mencoba untuk berusaha menambah berat, (saat ini tanpa minum obat cacing). Berusaha untuk selalu ngemil, itu yang diri lakukan ketika di Tanjung Pandan dulu tapi belum juga menunjukkan hasil. Ada yang mengatakan "kamu ini TBC kali mar?"... ahh sepertinya tidak...ALHAMDULILLAH...

Cara lain yang belum diri coba yaitu minum obat cacing, sepertinya sejak smp diri belum pernah minum obat cacing dan juga sejak smp juga diri merasa berat badan tidak bertambah. Statis di angka 52-54kg, pernah sekali 55kg itu pun karena nimbangnya sehabis makan. Kemaren waktu pergi nikahan teman malah 50kg. Hmmm....

Selain cara diatas masih ada satu hal lagi cara yang disarankan oleh seseorang yang saat ini diri anggap sebagai teman dekat.. atau malah lebih sebagai saudara. Solusi yang cukup bagus menurut diri >>nikah<< ... Yaa tentu saja diri belum mencobanya, dan hal "itu" bukanlah sebuah coba-coba. Alasan untuk nikah karena ingin ada yang "merawat" itu bukan merupakan sebuah alasan yang pantas untuk dapat dijadikan sebagai dasar untuk menikah. Dan tentu saja si penjaga (orang tua) si calon istri pasti bakalan bertanya alasan menikah. Gak mungkin kan jika diri menjawab biar ada yang ngurus saya supaya saya bisa gemuk... Heheh... bukan nya dapat jawaban malah dihajar sampai keluar pintu rumah empunya. Mengenai pernikahan, walimahan, atau baralek dalam bahasa minang nya memang diri sudah mempunyai hajatan sejak 2 tahun lebih yang lewat. Tapi ALLAH masih memberikan kepada diri kesempatan untuk menyempurnakan 'modal'. Modal yang diri maksud ilmu, kedewasaan, tingkah laku, sikap, dan tentu nya yang paling penting keistiqmahan ibadah. Terbesit niat ketika sebelum mengikuti pendidikan lagi, niat hati tulus yang hampir sama ketika mengikut test pertama kali setelah lulus SMA... "Hanya ingin yang sederhana, dan berilah sesuatu yang terbaik untuk agama hamba, untuk akhirat hamba" . Hmmmm....

Oh ya mengenai cerita kesederhanaan, cerita mengenai seorang yang yang pernampilan dan keseharian yang sederhana. Seorang bapak, diri mendengar cerita ini dari seorang ibu yang baik banget. Sang bapak ini ketika muda beliau mempunyai usaha sendiri, usaha yang beliau rintis dari 0. Alhamdulillah buah dari hasil usaha tersebut semakin berkembang. Beliau tetap berpenampilan sederhana, berpakaian sederhana, dan bergaul secara sederhana dengan orang lain, siapapun itu. Pada usia beliau sudah beranjak dewasa dan cukup umur untuk menikah, ada seorang ibu yang mau memperkenalkan anaknya pada sang pemuda ini. Pemuda ini juga penasaran dengan yang dikatakan si ibu tersebut, maka didapatlah kesepakatan untuk bertemu dengan anak ibu tersebut, ditempat ini, hari ini, dan jam segini.

Pada waktu pertemuan, pemuda yang terbiasa hidup sederhana, berpenampilan sederhana... padahal dengan keuntungan usaha yang beliau miliki bisa membeli pakaian yang sangat bagus. Tetapi karena sifat sederhana yang beliau miliki maka beliau menemui anak ibu tersebut dengan berpenampilan sederhana. Ketika pertemuan dengan si anak ibu, gadis tersebut merasa cuek dengan pemuda tersebut melihat penampilan pemuda itu, dan ia mengatakan " Maaf saya lagi nunggu pemuda pemiliki usaha ini, bukan kamu". mendengar perkataan gadis tersebut pemuda tersebut langsung pergi, hhmmm...

Ya itu cerita tentang penampilan seorang yang sederhana, ada satu lagi cerita yang diri ketahui tentang bapak ini masih tentang kesederhanaan. Masih ketika beliau masih muda, mungkin sedikit lucu. Ketika beliau sedang berjalan di pasar (yang saat itu berupa pasar tradisional), masih berpenampilan sederhana.. ada seorang ibu-ibu yang memanggil beliau dan meminta membawakan barang belanjaan untuk dibawa ke angkutan umum. Si Ibu itu mengira pemuda itu adalah buruh angkat, padahal beliau adalah pemilik usaha. Pemuda tersebut tetap membawakan barang belanjaan hingga ke angkutan umum dan menolak upah angkat yang diberikan si ibu. Ibu tersebut baru menyadarinya setelah berada diatas angkutang umum... Hehehe...

Kesederhanaan adalah sesuatu yang ingin diri capai. Setinggi apapun perolehan tetaplah menjadi sederhana yang tetap melihat ke bawah dan selalu bersyukur terhadap apa yang diperoleh. Seperti halnya pohon bambu yang tinggi tetapi tetap merunduk untuk selalu ingat bahwa ada yang masih berkekurangan dari dirinya.

*(teriring do'a utk seorang yang sangat sederhana di seberang selat sunda,
ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAA ROBBAYAANII SHOGHIIROO
“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”)

Pulang Kampuang..


Ramadhan insyaALLAH akan datang beberapa hari lagi. Banyak hal-hal yang harus diperhitungkan ketika akan menyambut ramadhan kali ini. Mengenai masalah di kampus, kondisi kesehatan, hingga yang juga cukup memusingkan diri adalah masalah pulang kampung. Beberapa lebaran sebelumnya diri hampir tidak pernah tidak lebaran di kampung (Bukittinggi). Sesempit apapun waktu itu walaupun hanya dikasih jatah libur 7 hari, diri selalu berusaha untuk dapat berlebaran di kampung halaman.

Kejadian ketika lebaran tahun 2008, yang niat awalnya mencoba berlebaran di negeri rantau terpaksa pupus karena keinginan untuk selalu berada di tengah-tengah keluarga pada saat yang mulia itu. Dan perubahan rencana itu beradu argumen dengan kondisi keuangan. Yahh.. akhirnya pada sore sehari menjelang lbur cuti bersama, diri pun memutuskan membeli tiket pulang. Dan tak tanggung-tanggung harga tiket yang harus dibayar ketika membeli tiket lebaran sehari sebelum berangkat....

Hal terindah yang diri temui dari nominal tiket itu terbayar lunas ketika pertama kali diri melihat kota Padang. Hmm... sebandinglah dengan harga tiket... dan malah jauh lebih mahal nilai dari pualng kampung itu sendiri.

Dan saat ini, kejadian 2008 yang lewat kembali terulang. Jujur.... kondisi keuangan yang menipis, membuat diri harus memikirkan kemungkinan cara untuk pulang kampung. Tentu saja yang sudah diri pastikan adalah lebaran kali ini akan tetap seperti lebaran sebelumnya. Diri akan berada di tengah-tengah keluarga di kampung pada lebaran kali ini. Dan itu adalah suatu hal yang mutlak bagi diri.

Bis.... pernah terbesit keinginan untuk mencobanya. Sebelumnya diri juga pernah dari Jakarta menuju Bukittinggi dengan menggunakan bis, tapi itu kejadian 1999.. 11 tahun yang lewat.. atau mungkin kali ini diri akan mencobanya.... Hehehe...

Hmmm.... oh ya salah satu alasan penting bagi diri untuk selalu berlebaran di rumah karena Orang tua dan kondisi diri yang saat ini masih berstatus single. Mungkin hal terindah yang diinginkan orang tua pada saat lebaran adalah berkumpul dengan seluruh anggota keluarga lengkap. Dan diri akan mencoba untuk selalu memenuhinya... ^_^

Ya.. semoga saja lebaran kali ini diberi kemudahan untuk melaksanakannya.. AMINN...

Rabu, Juli 21, 2010

Perjalanan Panjang ini Belum Berakhir...

Jauh sudah perjalanan ini...
Keindahan setiap langkah yang dilalui tidak pernah bisa dilupakan...
Ketika langkah itu masih harus berjalan jauh... jauh melewati jalan terjal...
dan ketika harapan untuk berhenti sejenak untuk melepaskan lelah...
Yaa... masih belum juga ditemukan..

Inginnya segera berhenti sejenak dan merangkul seorang makhluk indah lainnya untuk dapat meneruskan langkah...



Halaahhhh.... ngerjain ap sih kamu???
sana belajar!!!
besok presentasi dudul!!!

Hoaammmm.....

(*sedikit pengisi jejak langkah yang bulan ini belum sempat dicoret lagi.. heehee)
musafir perjuangan.. © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute