Sabtu, Maret 19, 2011

Sebelum Anda Mengeluh




Sebelum Anda Mengeluh

Hari ini, sebelum Anda berniat untuk mengucapkan perkataan buruk


Pikirkanlah seseorang yang ditakdirkan tidak bisa berbicara

Sebelum Anda mengeluhkan rasa makanan

Pikirkan seseorang yang tidak punya makanan sama sekali


Sebelum Anda mengeluh tidak cukup

Pikirkan seseorang yang harus mengemis di pinggir jalan


Sebelum Anda mengeluh tentang perkara yang buruk

Pikirkan seseorang yang sekarang dalam keadaan terburuk dalam hidupnya


Sebelum Anda mengeluh tentang suami/istri Anda

Pikirkan tentang seseorang yang menangis sedih, memohon pasangan hidup kepada Allah


Hari ini sebelum Anda mengeluh tentang kehidupan

Pikirkan tentang seseorang yang telah meninggal dunia


Sebelum Anda mengeluh tentang puttra-putri Anda

Pikirkan tentang seseorang yang ditakdirkan untuk tidak dikaruniai putra-putri


Sebelum Anda marah karena rumah yang kotor dan tidak ada yang membersihkan

Pikirkan tentang tentang orang-orang yang harus tidur di pinggir jalan


Sebelum Anda mengeluh tentang jarak yang harus ditempuh saat mengemudi

Pikirkan tentang seseorang yang harus berjalan untuk menempuh jarak ini


Sebelum Anda mengeluh lelah dan mengeluh tentang pekerjaan Anda

Pikirkan seorang pengangguran, seseorang yang sulit mencari pekerjaan, dan seseorang yang menginginkan pekerjaan Anda sekarang


Sebelum Anda menuduh seseorang atau tidak setuju terhadap pendapatnya

Ingatlah bahwa tiada seorang pun hidup tanpa dosa dan cela


Dan kita akan menghadap dan menjawab pertanyaan dari Tuhan yang sama

***

Sumber : Majalah Percikan Iman No.11 Th VII November 2006 M/Syawal 1427 H

Rutinitas Baru.....

Indahnya sebuah kenikmatan itu mulai luntur, sebuah penghambaan diri yang mungkin memang harus selalu diagungkan tak bisa selamanya berjalan mengikuti rangkaian arus perjalanan. Kadang setiap langkah akan disusul dengan pertanyaan kenapa???

Yahh.... kini derap langkah itu akan memulai sebuah rutinitas baru lagi. Rutinitas yang bagi sebagian orang adalah hal yang biasa, tapi bagi diri tidak semua rutinitas baru itu adalah hal biasa. Diri beranggapan bahwa setiap yang baru bukan hanya kebetulan tapi adalah sebuah level tingkatan yang harus dilalui. Ibarat sebuah ujian sekolah, setiap semester akan dilalui dengan peningkatan materi pelajaran. Kali ini diri akan melalui tingkatan perjalanan hidup yang lebih tinggi.

Sedikit koreksi mengenai langkah baru ini sedikit berat dilalui dengan kondisi ini. Kondisi yang tidak semua orang yang berpikiran logis akan mau menjalaninya, termasuk saya. Dan kali ini saya masih menjalaninya........

dan saya akan berusaha tetap menjalaninya, dengan tanpa bagian yang belum menyatu....

Senin, Maret 07, 2011

IBU




IBU

bersinar kau bagai cahaya
yang selalu beriku penerangan
selembut sutra kasihmu 'kan
selalu rasa dalam suka dan duka

kaulah ibuku cinta kasihku
terima kasihku takkan pernah terhenti
kau bagai matahari yang selalu bersinar
sinari hidupku dengan kehangatanmu

bagaikan embun kau sejukkan
hati ini dengan kasih sayangmu
betapa kau sangat berarti
dan bagiku kau takkan pernah terganti


kaulah ibuku cinta kasihku
pengorbananmu sungguh sangat berarti


sinari hidupku dengan kehangatanmu

"HADDAD ALWI FEAT FARHAN"

==jalan panjang ini ingin segera dikembalikan ketika saat-saat indah itu menjadi sebuah kenikmatan==
musafir perjuangan.. © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute