Jumat, Desember 04, 2009

yang terindah dari negeri laskar pelangi

Pulau Burung....dengan menara mercusuarnya....

Pantai Tanjung Tinggi, bertepatan di depan cottage Lor In


Pantai Tanjung Kelayang....


Kapal sandar....


Pelabuhan di selatan Belitung,,, waduh lupa, namanya apa....



Laskar pelangi













Sedikit teringat kenangan ketika berada di negeri laskar pelangi. 2,3 tahun yang tidak akan terlupakan. Semua kenangan itu, keindahan itu, kesendirian itu terasa begitu indah ketika saat itu pun pergi.

sedikit mengobati kenangan di negeri Laskar Pelangi...

Sabtu, November 07, 2009

Derita Suami

Jodoh, ajal, maut, perpisahan dan pertemuan telah diatur oleh Allah. Begitulah yang terjadi pada diriku malam itu ketika sedang menyemak bacaan al-Qur'an kawan di premis perniagaannya. Seorang laki-laki kira-kira berumur awal 40-an datang ke kedai itu untuk memperbaiki celana panjangnya yang kurang selesa dipakainya. Saat itu dia ternampak sebuah kitab suci al-Qur'an mungil yang ada dalam genggamanku. Lantas dia bertanya "Boleh ke baca al-Qur'an kecik tu, nampak ke?" "Insya Allah", jawabku. Lalu bertanya lah dia tentang diriku. Dari sana terbukalah perbualan kami tentang berbagai perrkara tentang Islam. Dari pandangan yang diberikannya, saya melihat dia adalah seorang yang 'educated'. Dia menawarkan diriku untuk mengajar anak-anak dan isterinya mengaji di rumahnya, siap antar jemput. Terus terang dia katakan bahawa isterinya adalah seorang saudara baru 'muallaf' berketurunan Cina. Setelah meminta nomor hpku dia minta izin untuk pergi.

Dua bulan kemudian dia menelponku untuk datang ke rumahnya. Aku pun menunggu mobil yang akan menjemputku untuk datang ke rumahnya. Sepanjang perjalanan menuju rumahnya, dia bercerita bahwa isterinya sudah lama memeluk agama Islam, lebih kurang 17 tahun. Waktu yang cukup lama dan panjang untuk mempelajari Islam bagi seorang Muallaf. Tapi sepanjang waktu itu, dia tidak dapat mendidik isterinya untuk menjalani hidup sebagai seorang muslimah. Ada beberapa faktor yang membuat masa ini berlalu begitu saja, antaranya sikap dia yang agak keras dalam mendidik anak dan isterinya hingga hati isterinya makin jauh dari cahaya iman. Di samping itu, isterinya adalah seorang bos besar di salah satu hypermarket di Malaysia. Siapa saja yang mendengar namanya, orang pasti akan 'respect' kepadanya. Itulah nikmat dunia yang diberikan Allah padanya. Kecintaannya pada dunia kerjanya telah melalaikan dia untuk mengenal Islam lebih dalam lagi.Tapi satu yang dia kagum pada isterinya adalah sifat pemurah, hati yang tulus menolong sesama, hati yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang kaya.

Ceritanya lagi, dia pernah mendatangkan seorang ustazah lulusan Madinah ke rumahnya pada tahun 2003, tapi hanya setahun saja karena ustazah tersebut meahirkan dan sibuk mengurus rumah tangganya. Selama empat tahun dia tidak mengaji, tidak belajar shalat lagi. "Sudah 17 tahun saya berdoa untuknya agar dibukakan pintu hatinya untuk menjalankan perintah agama sebagai seorang muslimah, tapi sampai sekarang keadaannya tidak berubah. Yang dia tahu hanya babi itu haram bagi umat Islam. Saya takut bila ajal datang menjemputnya, dia belum sempat bertaubat. Apa yang akan terjadi pada diri saya nanti di akhirat. Jika saya ditakdirkan masuk syurga, sedangkan dia di neraka, pasti langkah saya akan tertahan di pintu syurga karena saya hanya memikirkan pahala untuk diri saya saja. Akhirnya apa yang terjadi pada diri saya? Semua pahala amalan saya akan diambil dan diagih-agihkan pada isteri saya yang tidak bernasib baik".

Terpegun saya mendengar ceritanya. Alangkah sabarnya dia menjaga dan berdoa siang dan malam untuk isterinya.Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat untuk mendoakan isteri agar kembali ke pangkal jalan. Begitu besar tanggung jawab seorang suami. Kewajiban yang terlalu banyak cabangnya, bukan melibatkan soal kelangsungan hidup saja. Tetapi segala hal yang berkaitan dengan hukum halal haram dalam keluarga adalah tugas suami. Dihadapan Allah nanti semuanya perlu dijawab (terhadap keluarga dan diri sendiri).

Isteri tidak menanggung dosa suami yang cuai dengan perintah Allah. Tetapi jika isteri yang cuai perintah Allah, suami tidak bisa terlepas. Jika bernasib baik, selamat. Tapi jika tersabit, sesungguhnya azab Allah maha dahsyat.

Tapi kita mesti ingat bahwa suami juga memegang 'tiket syurga' isteri. 'Tiket syurga' bagi para isteri ibarat berada di tangan suami. Ini kerana laluan para isteri untuk masuk ke syurga bergantung pada sejauh mana suami redha terhadap mereka dalam keadaan mereka patuh kepada segala suruhan Allah.

Untuk mendapat redha suami tidak boleh tidak dengan ketaatan. Segala tanggung jawab isteri mungkin tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya tanpa disertai ketaatan. Dari ketaatanlah akan timbul rasa suka dan rela berbuat apa saja untuk suami.

Jika suami tidak redha kepada isteri, implikasinya besar, bukan saja di dunia bahkan boleh membawa ke akhirat. Perkara ini berkaitan dengan peristiwa ketika Rasulullah s.a.w menadah tangan mengaminkan doa sejurus sebelum baginda mengimamkan satu shalat sunat Idul Fitri. Para sahabat mendengar baginda menyebut "Amin" sebanyak tiga kali tanpa mendengar baginda membaca doa. Apabila ditanya, Rasulullah s.a.w berkata bahawa baginda mengaminkan doa yang dibaca oleh Malaikat Jibril a.s atas permintaan Jibril sendiri.

Menurut baginda, Malaikat Jibril berdoa agar Allah tidak menerima segala amal ibadat sepanjang bulan Ramadhan yang dilakukan oleh anak-anak yang durhaka. Malaikat Jibril juga mendoakan yang sama terhadap isteri-isteri yang durhaka dan kemudiannya terhadap orang yang tidak mahu memaafkan orang lain.

Bagi para suami pula, mereka harus berlapang dada dengan kekurangan dan kelemahan isteri. Rasulullah s.a.w telah mencontohkan kepada kita sikap seorang suami yang baik. Walaupun baginda seorang ketua negara dan panglima perang yang hebat, baginda mampu meletakkan dirinya sebagai suami dan ayah yang baik. Untuk melayakkan diri untuk ditaati, suami harus terlebih dahulu berusaha mentaati Allah dan Rasul-Nya supaya Allah permudahkan isteri dan anak-anaknya untuk taat kepadanya.

Setahun sudah berlalu, keadaan sudah mulai berubah sedikit demi sedikit. Isterinya yang dahulu tidak pernah menunaikan shalat sudah mulai berjinak-jinak untuk melakukan fardu shalat lima waktu. Walaupun dari aspek lain belum bisa dibenahi, mudah-mudahan ini adalah langkah awalnya untuk menjadi seorang muslimah sejati. Sang suami yang dulu berwajah syugul memikirkan nasib akhiratnya, mulai berwajah ceria, mengucapkan puji syukur karena Allah masih membuka pintu hidayah-Nya untuk isterinya. Doanya selam tujuh belas tahun sudah dimakbulkan Allah. Subhanallah. Mampukah kita menunggu waktu sepanjang itu untuk berdoa agar Allah memakbulkan satu permintaan kita? Kebahagiaan dan keceriaan yang nampak pada keluarga mereka adalah anugerah terindah bagi hamba-Mu ini.


NOFRI YENI
Kuala Lumpur

http://eramuslim.com/oase-iman/derita-suami.htm


Rabu, Agustus 05, 2009

akhir kegelisahan??

Hari ini "dia" menangis lagi, hmm..kenapa ini bisa terjadi? apa sih salah "mereka"? kenapa vonis itu terlalu kejam? tidak kah dia berpikir terhadap apa yang telah "mereka" ikhlaskan selama ini, tidakkah cukup apa yang "mereka" berikan? dimana kah sikap dia sebagai seorang yang punya akal? kenapa juga dia tidak bisa berpikir layaknya seorang intelek? atau minimal sebagai orang yang sudah dewasa....Memang kadar kedewasaan seseorang itu tergantung bagaimana mereka bisa menyikapi suatu permasalahan.

Dan permasalahan ini tak pernah berhenti berputar di kepala ku. permasalahan ini juga yang membuat diri ku tak tentu arah. Hari yang dijalani pun terasa hambar, tiada gairah.
Diri ini pun ikhlas melepas semua titipan ini "hanya" agar masalah ini selesai dan kembali ke keadaan dimana semua berhembus bagaikan angin di pegunungan. Diri hanya tak ingin melihat "nya" bersedih ataupun menangis... sudah cukup waktu 22 tahun ini untuk "dia" merasakan kesedihan dan kelelahan...
Hanya kepadaNYA lah diri berdo'a untuk kehidupan "kami" yang lebih bahagia.

nb: Malaikat terindah dalam hidupku, teruslah bersabar...ALLAH pasti berikan yang terbaik....AMIN....

Kamis, Juni 25, 2009

Nantikanku di Batas Waktu

Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu


Jumat, Juni 05, 2009

air mata ku tuk nya

biarkan diri ini terbang
terbang menembus awan
menghujam ke langit biru
menembus ke jagad raya...

biarkan tawa diri ini keluar sejenak
hmm.....tapi tidak bisa,,
sama sekali tidak sanggup...
malahan air mata yang membasahi pipi..

Jujur...ku mencintai nya....
malaikat ciptaan Tuhan ku...
malaikat yang menyadarkan ku dari mimpi semu...
malaikat yang menceritakan akan kejenuhannya...

Benar....ternyata ini lah yang namanya cinta....
cinta ku pada nya adalah nyata...
matahari yang kulihat di pagi hari..
bulan yang kulihat di malam pun...
kurasakan sama...perasaan keteduhan...

Mei dan Juni adalah puncak tinggi nya rasa cinta ku kepadanya...
puncak kerinduan untuk hanya sekedar melihat senyumannya...
dan tatapan teduh akan rasa cinta nya kepada ku...
dan beberapa garis garis pendek di wajah nya....

terkadang air mata ini pun terlalu mudah untuk jatuh hanya untuk mengingat nya saja....
dan pikiran pun takkan pernah untuk berhenti memikirkannya...
kenapa???

karena ku mencintai nya....
sangat sangat mencintai nya....


bintaro, 050609
tuk ayahanda yang menginjak usia 53.....

Rabu, Juni 03, 2009

Oleh-oleh shalat jum'at

Pernah ketika shalat Jum'at, diri mendengar bahwa.... yang bernilai di sisi ALLAH itu hanya lah yang telah kita keluarkan di jalan nya, misal kita punya uang 100jt, dari 100jt tersbut kita keluarkan di jlannya sbesar 1jt.... nah yang bernilai itu hanya lah 1jt. pada hari nanti nya saat yaumul hisab yang 1 jt itu akan muncul kehadapan kita, membantu kita untuk menjawab pertanyaan NYA... sedangkan sisa nya 99jt yg kita gunakan untuk makan, minum, atau yang lainnya akan habis bersamaan dengan kembali nya kita kepada NYA... ibarat abu yang ditiup angin...terbang tak berbekas....

dan setiap kebaikan akan diperhitungkan walaupun itu sebesar biji dzarah....dan sebesar apapun keburukan yang telah dilakukan akan di pertanggung jawabkan walaupun itu hanya seberat biji dzarahh.....


Selasa, Mei 19, 2009

cara memunculkan file yang tidak bisa di show via tools

Pertama scan dulu sistem anda dengan antivirus terupdate, namun
meskipun virus di komputer sudah berhasil dihapus, biasanya settingan
registry yg telah diacak2 oleh virus tidak akan otomatis pulih seperti
semula kecuali anda merestore sistem ke waktu komputer sebelum terkena
virus.

Ini hanya trik untuk menormalkan kembali setting registry ketika
folder-folder secara default terhidden dan ketika folder option
dikembalikan ke keadaan semula akan kembali pada default don’t show
hidden file and folder ataupun hide protected operating system files.
Hal ini bisa dikembalikan dengan sedikit sentuhan pada registry.
Caranya, kembalikan setting nilai default pada registry. Silakan buka
menu regedit pada system, dengan cara buka run pada start menu,
kemudian tekan button run, setelah itu tulis text ‘regedit’ (tanpa
tanda kutip) ,kemudian enter dan kemudian akan muncul window “Registry
Editor”. Secara berturut-turut buka HKEY_LOKAL_MACHINE => SOFTWARE
=> Microsoft => Windows => CurrentVersion => Explorer =>
Advanced => Folder. Kemudian buka satu persatu, Hidden =>
NOHIDDEN, setting kembali value nya, pertama bagian
CheckedValuepastikan bernilai 2, kemudian DefaultValue pastikan
bernilai 2.



Kemudian setting padabagian SHOWALL dengan menyetting kembali nilai
CheckedValue, pastikan bernilai 1, sedangangkan DefaultValue pastikan
bernilai 0.



Kemudian buka bagian HideFileExt untuk menyetting default value file
extention. Setting bagian CheckedValue, pastikan bernilai 0. Kemudian
DefaultValue, pastikan bernilai 0. Dan pada UncheckedValue, pastikan
bernilai 1.



Kemudian yang terakhir, kita akan mengembalikan kondisi system file.
Setting pada bagian SuperHidden. Lakukan setting dengan nilai seperti
HideFile Ext, dimana pada CheckedValue bernilai 0, DefaultValue
bernilai 0 dan pada UncheckedValue bernilai 1.

.Restart komputer

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20081212155853AA0QQYV

Semoga berguna..


Salam



Jumat, Mei 15, 2009

Ibu do'akanlah

Ibu Doakanlah
Munsyid : Seismic


Ibu doakanlah ku akan melangkah
Menyusuri waktu menjemput citaku
Ibu lepaskanlah ku ke laut biru
Akan kuarungi akan kuseberangi

Ibu doakanlah ku sedang melangkah
Menjalani hari menjemput harapku
Ibu lepaskanlah ku dengan maafmu
Tentramkan hatiku menempuh hidupku

Doamu oh ibu selalu kunanti
Tulus dan suci dari relung hati
Doamu oh ibu selalu kunanti
Mohonkanlah Allah Rabbi besertaku selalu
Besertaku selalu


Berusaha Bangkittt


Tidak terasa ternyata sudah 5 bulan lebih merasakan sebagai penuntut ilmu "berstatus". Hampir satu semester dilalui dan terasa itu begitu cepat, semua yang diri kira akan berjalan lambat ternyata baru disadari itu malahan sangat cepat berlalu. Rasanya baru kemaren diri berangkat dari negeri laskar pelangi dan baru kemaren pula diri mencari kostan di sini. Yahh...itu 5 bulan yang lalu...

Sekarang semua sudah berjalan biasa, tidak ada merasa sebagai orang lain di komunitas ini, malahan diri merasa merupakan salah satu bagian penting dari komunitas ini. Tiap individu merupakan orang yang hebat, hebat dalam penempatan pribadinya masing-masing. Sedangkan diri masih berusaha untuk mencari hakikat tujuan pasti diri memasuki komunitas ini. Yahh memang dalam hal penghidupan salah satunya, tetapi menurut diri itu bukanlah tujuan utama berada di komunitas ini. Ingat ketika masih berada di negeri lahirnya Yusril Ihza Mahendra, keinginan utama, do'a yang terucap, dan azam yang terniat ketika memulai melangkah melewati ujian untuk menjadi bagian dari komunitas ini adalah "itu" dan cuma untuk "itu" bukan yang lain....

Hmm.... ternyata diri telah jauh keluar dari runway nya. Tidak kurang dari seminggu lagi syarat untuk tetap bisa terus menunaikan niat akan berlangsung. Persiapan diri pun harus segera dimulai, semua proyek mungkin di non-aktifkan dulu hingga syarat ini terlewati. "Jalur" pun dimulai lagi....

Berusaha bangkit....
150509




Sabtu, Mei 02, 2009

Pitaruah Ayah Untuak anak laki-laki

Naskah ini dibuat oleh : Dr. H. K. Suheimi, yang merupakan saduran dari kaset biduran minang dengan nama "Pitaruah Ayah" pituah ini disusun dan sampaikan oleh mamak Yus Dt Parpatiah. Mudah-mudahan "Pitaruah Ayah" bisa manjadi padoman kita khususnya orang minang dalam menjalani bahtera kehidupan di dunia dan selamat sampai ke Akhirat.


Nak kanduang sibirang tulang, buah hati limpo bakuruang, ubek jariah palarai damam, sidingin tampa di kapalo. Kamari-mari molah duduak, ado rundiang ayah sampaikan. Kalau diliek dipandangi nak, dicaliak umua nan tapakai, badan Ayah baransua tuo, kini manjalang anam puluah. Hari patang mantari turun, awan di barat merah sago, malam nan tidak lamo lai. Nyampang tibo saruan Allah, aja sampai capek paminto umua alah tibo dijangkauan.

Tabuah digoa tigo-tigo, badan baganjua baliak pulang katampek asa mulo jadi suruik ka tanah nan sabingkah. Badarun aia pamandian, ba lasia bunyi cabiak kapan, dikocong dikabek limo, cukuik satanggi jo aia bungo. Bararak tandu ka surau, tibo di surau dibujuakan, mairiang shalat ampek takbir. Kini manuju ka pusaro, iyo ka pandam pakuburan. tagolek di liang lahat, tanah sakapa bapakalang, mahereang mahadok ka kiblat, dibateh papan nan sahalai. Badaro tanah panimbunan, tatagak mejan nan duo, manyalo ciluang hitam, do’a dibaco panghabisan. Tujuah langakah mayik di kubua, nak datang malaikaik pai batanyo. Tapi jangankan tanyo ka tajawab, usaha ndak hawa katabandiang, utang ke anak nan takana, kasiah tagaiang alun sampai.


Jo kok basuo nan bak nantun nak, taradok pusako ka bajawek ataupun warih ka di baia, usah diarok dari ayah. Sabab baalah baitu, salamo dunia di tunggu, Ayah diseso parasaian, gilo diarak-arak untuang. Tapi kaganti ameh, bak di urang timbalam, pitih nan babilang, hanyo pitaruah batinggakan, banamo pitaruah Ayah. Itulah tando kasiah sayang, utang nan nyato pado anak, kini ayah lansaikan. Dangakan molah anak kanduang, simakkan bana nyato-nyato. Satitiak usah lupokan, sabarih janganlah hilang, ganggam arek, paciak tantaguah. Siang ambiklah ka patungkek, kok malam jadikan suluah pidoman patang jo pagi.
Takalo maso dulunyo, awal mulonyo san kalahia, bundo di dalam pasawangan sadang dilamun-lamun ombak, angin badai, lauik manggilo, kilek patuih hujan basabuang, kalam nan bukan alang-alang. Lua ke Allah, bagantuang indak kamano ka manggapai. Dek lamo lambek badayuang, sapueh-pueh panangguangan sampailah juo di Kualo. Tali turun sauh dibuang, kapa marapek di tapian balabuah surang pasisianyo. Sawajah kapado urang nantun nak, mandi darah sakujua badan, kakinyo malajang-lajang, taganggam tangan nan duo, bunyi pakiak sapanuah kampuang cando pandeka dapek lawan. O . . . buyuang, kok ang nak tahu, itulah anak manusia nan lahia ka bumi Allah nangko lahia sarato jo untuangnyo.

Adopun tujuan jo mukasuiknyo, mangko jo darah samo tibo, sirah hati pakek panganan lambang barani, lahia batin indak manaruah gamang-takuik. Mangapa tangan suok kida mandongkak, manyipak-nyipak, itu ma’ana urang bagak, medan galanggang nan nyo hadang cakak nan tidak kunjuang damai. Pakiak bukan sumbarang pakiak, sorak kumando dilewatkan ibaraik badia jo mariam, tando nagari dalam parang. Mako pado hakikatnyo nak, hiduik adolah perjuangan dan satiok perjuangan bakandak manang. Kamanangan janjang ka istana manuju kirisi di partuan. Sasungguahnyo manusia adolah rajo, badaulat di muko bumi Allah bana nan manobatkan, “Inni ja’ilu fil ardhi khalifah”.Untuak itu Ayah pasankan nak, usah manjadi rajo kalah. Nan bajalan manakua-nakua. mangecek tatagun-tagun, hilang banso punah martabat. Manambah gantang tatanakkan, manyamak dalam nagari. Kalau Waang nak tau juo nak, iduik nangko indaklah lamo, dunia hanyo sakijok mato. Caliaklah contoh jo ibaraik, maso laia di songsong abang, mati di anta dek sumbayang. Antaro abang jo sumbayang, sinan kamat dibacokan hinggo itulah jatah umua. Bakato Muhammad Iqbal, apolah kato dek baliau: “Umur bukan ukuran masa, hidup tidak takaran zaman, sehari singa di rimba, seribu tahun bagi si domba”.


Ma’ana manjadi singo nak, bukan manggadang bakato darek bakitabullah di tangan, kandak badannyo awak surang. Indak nak, bukan baitu filsafahnyo, tapi bialah satahun jaguang, pagunokan maso nan pendek, bapacu marabuik buko mambuek amal kabaikan. Baguno ka diri surang, tapakai di masyarakat, manfaat salingkuang alam. Untuak apo panjang bajelo, hinggo batungkek saluang api, kalau awak kiliran tangan masak lacuik, makan parentah. Kok kunun pulo, kuma bamiang manggata di dalam kampuang, cilako hiduik tu namonyo. Salampiah nan dari pado itu, umua bukan sabateh kubua, hiduik bukan salacuik abiah. Tapi adoh hiduik sasudah hiduik. Panjang nan tidak kaujuangan nak. Itulah hiduik di akhirat, kamari tujuan sabananyo. Takalo insan di alam roh, janji-lah sudah tapabuek, patimbang muluik dengan Allah, makhluk kata An-Khalik nyo. Kito mamaciak tali kamba nak, usah kandua tagang salampiah, dunia akhirat satimbangan. Nyampang kok putuih kaduonyo sinan tahanyuik handam karam. Kini di rintang angan-angan, isuak diseso panyasalan.di dunia rintang jo ratok, di akhirat gilo jo gagau, kalamlah jalan ka sarugo. Mangana sakah nan bak kian nak, Ayah bapasan, bawasiat, rantangkan banang ka langik, hubuangkan diri jo Tuhan. Jalin kulindan ateh bumi, paharek buhua jo manusia. “Hablum minallah wa hamblum minannas”. Itulah cancangan duo sagarajai, kapa nan duo salabuahan, samo dek awak kaduonyo.

Mano nak kanduang jo nyo Ayah, ijanklah bosan mandangakan, mangecek indak ka lamo, taga dek seso manyimpannyo. Jikok anak taruih mamandang, simak jo daliah mato batin. Adopun tubuah manusia tarbangun dari tigo rungo. Partamo, runggo diateh, kaduo runggo di tangah, katigo runggo di bawah. Nan dimukasuik jo runggo ateh, iolah ruang di kapalo, bakandak isi pangatahuan, ibaraik dinamo masin kapa, ulu tanago baliang-baliang, pambalah aia di lauik-tan. Tasabuik runggo di tangah, yaitu dado rumpun hati, sangka iman lubuak agamo, ikolah pidoman juru mudi, kaganti kompas di nan kodoh. Jan sampai sasek palayaran, hilang tujuan tanah tapi. Salorong runggo do bawah nak, paruik nan mintak dikanyangkan, umpamo parka tampek barang. Tansano muatan kosong alamaik oleang jalan kapa, dihampeh ombak jo galombang, manantang karam tak batumpang. Atau kalaulah buliah Ayah misalkan kapado alam Minang kabau tardiri dari tigo luhak. Partamo, luhak nan tuo. Lambang kuciang warnanyo kuniang. Kuciang itu binatang lihai, tinggi pangaruah, berwibawa. Kuniang tando kamanangan. Tujuannyo, urang cadiak adi kuasa, sumber ilmu pangatahuan, “Sains Tekhnologi” kato rang kini. Kaduo, luhak nan tangah. Simbol sirah harimau campo, barani karano bana, hukumpun tidak makan bandiang banamo parentah syarak. Calak alah tajam pun ado, tingga dek bawa manyampaikan. Adaik alah syarak pun ado, tingga dek awak mamakaikan, moral, spiritual, istilah baru. Nan katigo, luhak nan bungsu. Corak hitam lambangnyo kambiang, rila jo saba bausaho, rumpuik nan indak pantang daun, dek padi mangko manjadi, dek ameh mangkonyo kamek. Mangecek iyo jo pitih, bajalan tantu jo kain, karajo tantu jo nasi, ekonomi baso canggihnyo.Itulah tadi sahalai pilin tigo, tungku tigo sajarangan. Kok waang nak samparono nak, manjadi urang baharago. Sajundun jasmani jo rohani, dunia dapek akhirat buliah. Mako sarek-kan kapalo jo pangatahuan, panuahkan dado jo ugamo, gasaklah paruik jo harato. Di ateh tungku nan tigo, sinan tajarang kahidupan, masak hakikat manusia insan nan kamil sabatangnyo. Tapi usah senjang, barek subalah nak, rumik naraco manimbangnyo. Kok cadiak sajo dibanggakan, hiduik bansaik tangan di bawah, tagigik lidah bapituah. Ameh hurai nan Ang sambuakan Yuang, loyanglah juo kecek urang.

Tapek bak bunyi buah pantun, kok rintiak bana kalodeta, lakek talilik di kapalo, kok cadiak bana kalau suka, kecek timpik di nan kayo. Baitupun awak binguang, maraso cadiak, kecek indak bakarunciangan. Disangko pitih pasak lidah, sombong takabua muaronyo. Gekang-bagekang siliah rarek, indak tau tampuak lah layua, lonjak-balonjak labu anyuik, isi gaja, ampo di dalam mahajan, tuah tarnamokan. Di baliak nan dari pado itu nak, kok di ateh isilah panuah, cadiak alah pandai pun inyo, nan di bawah muatan sarek, pitian sambua, bando malimpah. Tapi pasak ditangahnyo lungga, iman goyang, agamo tipih, hilang pidoman kapa basi. Andaknyo, kok kayo suko dmakan, ringan tangan manolong urang, rajin bazakaik, basidakah. Kok tumbuah awak urang cadiak, kusuik sato-lah manyalasaikan, karuah baringan mampajaniah. Maha cacek murah nasihat. Sinan nagari mako aman.
Mako dari itu nak, satiok kakok ka diawai, rundiang sapatah ka disabuik. Bulek lah bana kato hati, sasuai dalam kiro-kiro, naiak-kan dulu ka daraik, caliak timbangan hukum syarak lai kok dalam ridha Allah. Itulah naraco nan tak paliang nak sarato bungkah nan piawai, indak mangicuah salamonyo.

Anak kanduang balahan nyao, jarek samato Ayah-Bundo putuih tak jo-aa ka diuleh, sapihak ka badan diri Ayah, urang nan bukan cadiak pandai, ilmu kurang sikola tangguang, mangaji tak sampai katam, rumik lah Ayah babarito. Ndak mungkin si bisu ka banyanyi, mustahil si lumpuah ka manari, baa rang buto ka mambimbiang. Hanyo dek sungguah rajin manyimak dari alam dapek baguru di sinan tibo pangajian. Mari kito cari rasionyo. Dibalun sabalun kuku, dikambang saleba alam, alam takambang jadi guru, bumi jo langik ado di dalam.

Kini nak Ayah curai Ayah papakan, tuah cilako nan talukih, dicaliak jo mato batin, diambiak ka ujuik paham sinan tasaiah ma’ananyo. Ado ampek suruhan, ampek tagah nak. Nan partamo iduiklah bak rumpun aua, usah dicontoh bak tibarau. Nan kaduo, tiru baringin tangah padang, jauahkan sifaik bak kiambang. Nan katigo, simaklah anau dalam rimbo, pantangkan jadi bio-bio. Dan nan kaampek, jadilah sarupo paku, ijan saroman jo binalu.
Baa kakanyo rumpun aua, tapuntalang buluah bambu, nyampang tumbuah hitam tapi lereang tanah suko, tabiang mamuji. Kok indak lah urek nan mangungkuang taban bandaro sadionyo. Bukik pun indak taseso, lurah di bawah talinduangan, gagang manjelo dapek junjuang, maso rabuang carian urang, kok gadang banyak manfaat, lah tuo paguno juo. Baitu sifat ka dipakai nak.

Dimanapun bumi dipijak, bila di kampung atau di rantau mambao rahmat ka rang banyak. Pandai-pandai jo masyarakat, tau-tau manenggang raso usah pamaha takuik rugi. Kok mangecek ma’agak-agak, pikiakan tiok ka bakato, tapi usah katokan nan tapikia. Sabab luko di pisau tampak darah, nak duo tigo taweh panawa, sanang nan tidak tampak bakeh, tapi luko di lidah sulik ubeknyo mandanyuik ka ubun-ubun, manggaga ka rantai hati. Di lua mungkin tak bakasan, di dalam manaruah kasam. Nan bak kain dimakan nyangek, lipek patahnyo tak barubah, dikambang nyanyai tiok ragi. Bak kato-kato rang tuo ko’ee “kaki tataruang inai badahannyo, muluik tun taloncek ameh tantangannyo”.Salain nan dari pado itu, satinggi-satinggi batang batuang, pucuaknyo runduak ka bawah, manyilau bumi tampek tumbuah, guno nan tidak talupokan, sambia babisiak bakeh rabuang kok sampai kalian gadang isuak usah lupokan jaso tanah, tau mambaleh budi baiak. Lamahnyo pulo kadikatokan, maliuak di puta angin, manggerai dipupuik ribuik. Bak cando-cando ka tumbang, jangan ka patah ratak tido. Tapi tibo tapaso inyo kareh bisa malantiang ka udaro indak siapo ka manahan. Satiok rueh basambilu, tiok buku bamatang pulo langkok jo duri jo miangnyo, namun tabungkuih dalam kalupak, dari lua tak nampak rupo. Aratinyo, samantang awak diateh, usah pan-den palabiak dado kujua takabua tu namonyo. Balarang bana jo ugamo nak, tacacek sapanjang adaik. Urang iduik banyak batuah, urang mati banyak kiramaik. Lauik sati rantau babego taluaknyo baranjau pulo.Ikhlas-ikhlas kalau manolong, suko-suko kalau baragiah mahamun sakali jangan. Sabaliaknyo, usah palupokan jaso urang, walau sahaluih bijo bayam, gadang faedah manfaatnyo, pamaaf saba jo rilah habiskan dandam kasumat. Bia urang baniat buruak awak babudi baiak juo. Pakaikan bana tu nak kanduang, usah dicayah dilengahkan, itu tantang buluah jo bambu.Ba’alah pulo jo tibarau. Cubo Ang danga Ang simakkan nak dapek paham hakimahnyo. Iduik tibarau barumpun-rumpun, batangnyo barueh-rueh, badaun panjang bakalupak. Kalau dipandang dari jauah, saroman bana bantuak tabu. Tapi di mamah ramba raia raso amba indak batantu, pangicuah gadang kironyo. Tarau ketek sabantuak jaguang, disilau indak babuah, bungo sahalai tak manaruah. Kalau-inyo tumbuah di lereang atau di tanah katinggian sinan tabukak rasionyo. Barambuih angin ka mudiak, tibarau madok ka mudiak, kokbakisa arah ka ilia inyo baputa kian pulo. Nyampang ditumpu dari ateh, lah sato maangguak-angguak urang diam inyo marumuak. Kian iyo, kamari iyo, lawan jo kawan samo iyo. Pendeknyo sagalo iyo, indak ado nan tidak iyo, indak bapendirian. Aa kasudahannyo jadi antimun bungkuak, masuak karanjang tak baetong, kok pai indak manukuak, pulang indak maluahi, arago bara diri awak.Di dalam bahaso nasional tapeklah kok dikatokan bahwa inilah lambang kepalsuan, penuh kepura-puraan tanpa motivasi dan munafik sulit dipercaya. Awak ko musti jujur Nak, kok indak katokan indak kok lai tunjuakkan lai, usah takah-takah spuluik alun ditanak lah badarai, manipu diri sendiri. Lagak bak cando urang kayo, mangecek pantang di bawah, baa jeneang baa lah mantiak perak basapuah dijarinyo, sarawa bagantiak juo. Padohal baju basalang balagakkan yuang, tiok kalapau tiok utang cah bon, cah pinjaman, sakali indak babayaran, ditunggu urang diariaknyo. Anak cacak tabang ka benteang, tibo di benteang makan padi, awak rancak putiah, celeang diresek saku tak barisi. Jauahkan bana nan bak nantun nak. Hongeh kecek urang kampuang, bagunjiang urang suok kida.

Ado pulo nan sok urang cadiak, manggaleh inyo nan santiang, impor ekspor buah tutua-nyo, bursa efek nan tau bana. Baisuak kawan disantuangnyo (heh…). Jo ugamo inyo nan paham, nak musarab Mantiak Maani tafsir khazen Imam Ghazali, kasurau tiok hari rayo. Jo politik tau daulu sajak nan dari orde baru, soal KBJ pembangunan sampai ke Irak ke Bosnia, ulu nuklir tanago atom Amerika, Asean juo (heh …). Awak bagak jo aruh balai, sihia jo gayuang ilmu batin, kungfu, karate, silek tuo sadonyo putuih dek baliau, di garegak lai basunguik nyo. Kok ota soal baguru pulo, anjiangnyo paliang batuah, lupak gerai nan hitam kulik, dado lapang jangkia tagantuang, pilang-pilang bapaneh pulo, sambilan bukik kajarannyo, kakandiak kakijang lamo, lah tigo liang kanai saiang, kabangkai sakali balun. Aa kini caliaklah pulo kayu gadang, baringin di tangah padang. Baurek cukam ka tanah, jauah taunjam ka pitalo, panuahlah bumi di rumpunnyo. Dek gampo indak tabukek-kan, dek badai alun ka ta-oleang, ko-no lah goyang manilalu. Taguah jo pandirian, istiqamah dengan tauhid, beprinsip tegar dan kokoh. Kalau yakin tumbuah dipaham, sajangka duduak tak bakisa, satampok tagak tak bapayuang, walau baalah bujuak rayu, haram kuniang karano kunyik pantang lamak ulah dek santan. Rugi jo pitih ndak ditumang nak, jariah payah pasa biaso, tapi jaan diago martabat urang. Lompek-salompek ambua tibo indak baserap kato duo, tak iduik mati pun jadi.
Kayu baringin bapucuak cewang ka langik, tinggi malepai awan biru, pidoman musafir lalu. Daun rimbun buliah bataduah, bakeh balinduang kaujanan, paneh kaganti payuang panji, ureknyo tampek baselo, batang nan gadang kasandaran, dahan nan rampak ka bagantuang. Aratinyo panutan di masyarakat, cadiak ka bakeh rang batanyo, kayo-ka tampek rang batenggang, bagak tumpuan ka mangadu. Satitiak katonyo di lauiktan, garak dibari jadi contoh, sifat ka suri jo tuladan, sumarak urang di nagari. Perduli dnegan lingkungan, baitu ungkapan maso kini.

Sungguahpun beringin tinggi manjulang, tapi tingginyo manungawi bukan maimpok nan dibawah. Walau gadangnyo tabirumbun, gadang manenggang ka nan ketek, urang nan indak takuik talendo. Itulah sifaik pamimpin nak, samantang bapisau tajam indak sumbarang dirawikkan doh, jikok manembak baalamat jaleh sasaran makan pelor. Tapi kalau daram atteh lah nyo kabawah, karusuak siku bamain kamuko manggadang sipak, atau lah runciang juo nan barawik, lah nyato lurah tak babatu, marasau sajo dari ateh, bukanlah sifaik dek baringin nak. Ingeklah apo bilo kayu lah rabah, baa bana lah kagadangnyo, batang lapuak daun karegek usah diarok ka bapucuak, antah tindawan ka bungonyo. Tuah nan lamo ilang lalek jo loncek-loncek ka batonggok urang mancibia bakuliliang tangguang lah doso salamoko. Pahamkan bana tu Nak kanduang, ubek makan pantangan dikana jauah bala jo panyakik.

Nan kaji baringin tangah padang, baa pulo nasib kiambang. Jikok kiambang ka dibaco itulah samalang-malang untuang nak. Iduik nyo manyisiah-nyiah kok ingok manapi-napi, katangah takuik dek galombang. Lai baurek indak cukam, tajuntai kapalang turun. Walaupun tumbuah di aia tapi tarandam-randam nyo tak basah, tarapuang-rapuang nyo tak anyuik. Biduak lalu awak basibak, dek angin badan batundo, kok kunun riak mahampehkan. Kiambang adolah simbol manusia rapuah, lamah darah bamental loyo. Sadangkan iduik ko parsainga nak, parang ganas medannyo kejam, tekad mambantu nan partamo, mansiu nan kaduo. Ragu-ragu dalam basikap bimbang satiok kaputusan, alamaik awak mati, satokok lah kalah sabalun parang. Urang panggamang mati jatuah nak, urang pandingin mati anyuik, takuik jo bayang-bayang surang. Dek sabab karano itu, yakin-yakin jo pandirian. Jaan bak payuang tagajai pasak co alang-alang lamah bingkai, sasiuik angin mandatang sasambua rinai manimpo awak lah kucuik mati aka. Tapi naiakkan panji-panji Ang yuang, bangkikkan Nur Muhammad kipehlah baro tungku batin. Sakali masuak ka galanggang, pantangkan babaliak pulang. Patah sayok batungkek paruah, lagu nan usah tabangkalai, cilako ayam disabuangan.

Jikok sapancuang alun putuih kalau salangkah indak sampai, kini gagal bisuak ulangi. Dibaliak-baliak ba-mamanggang baru nyo masak lua dalam, diulang-ulang bak manyapuah sinan tatampak mangileknyo, sabab “kegagalan adalah sukses yang tertunda” baitu kecek cadiak pandai.Simaklah pulo anau jo rimbo nak, tumbuah tak rago urang tanam barabuik sigaek nak mamanjek indak suatu nan tabuang. Batangnyo manganduang sagu, makanan urang sa nagari jo kudo-kudo malamakkan, ruyuang diambiak ka pincuran, kok dikabuang dibalah-balah, elok ka kasau jo kalantai, ka paga nan rancak bana. Daun nan tou jadi atok nan pucuak ka daun rokok lidih disusun jadi sapu. Ijuaknyo elok ka tali, saga pun banyak kagunoan. Buah lamak nirunyo manih. Dimasak jadilah gulo, diparam tuak namonyo, kok rasan itulah cuko. Sampai-pun ka miang palapahnyo, tapakai ka rauak api, sabalun datang Kewe jo Ronsul jatuih dakek urang namokan. Sungguahpun awak urang batuah banso anau indak takabua sifaik sombong jauah sakali. Tagaknyo manjauah-jauah, indak mamiliah tampek tumbuah, di bukik, di lurah dalam, di nan lereang atau nan data. Bia di gurun tanah lakuang inyo basanang hati juo. Daun nyo ndak rampak bana, kok gugua salero tuo, jatuah barungguak ka rumpunnyo, indak tagaduah kiri-kanan.Santano manusia mancontoh anau nak, batang sampia namo asiangnyo. Pastilah, nagari aman kampuang santoso gemah ripah loh jenawi, barek lurah tanam manjadi. Itulah masyarkat nan adil makmur, di bawah ampun ridha Allah. Mako tacapailah nagari nan “baghdatun tayyibatun warabun ghafur”. Sabab baalah yo baitu nak, satiok urang bapancarian mampunyoi padok surang-surang tak ado istilah pangangguran. Tatimbun jurang kamiskinan, hilanglah bingik ke nan kayo, kecemburuan sosial kato rang kini. Sadonyo berpotensi, sadonyo aktif produktif, nan buto panghuni lasuang, nan pakak palapeh badia, nan lumpuah panggaro ayam, nan binguang suruah-suruahan. Inilah sumber daya manusia modal utama pembangunan baitu pemimpin mangatokan.

Niro ndak buliah sombong ka didih, kok indaklah karajo sapu batumpuak sarok di laman. Walau hanyo miang palapah usah dileceh diremehkan. Sabab dek rabuak kaiduik api sanggup mambaka rimbo rayo. Mako kalaulah sampai tak paguno nak, ilia santai mudiak bamain, lah gadang bagelong juo, iduik bagantuang ka ranggaek. Malulah awak bakeh anau, urang lah pulo dari sampiak. inok manuangkan tu nak kanduang, bao pikia dalam-dalam.
kaba baraliah, inyo lai sungguah baraliah sinan juo dikaji, tantang bio-bio. Nan dikatokan bio-bio nak, bagagang mamanjek samak, biaso tumbuah di baluka roman saujuik kacang paga. Buahnyo baduyun-duyun, kulik bakilek kuniang hamek haluik babulu anak kuciang, itulah miang sabananyo.

Mako salain banamo bio-bio kacang miang namonyo juo jarang lah urang nan tak tau. Dek inyo bagagang panjang, bio-bio manjala tanah, supayo tagak bak urang pulo tapaso malilik batang bagantuang ka rantiang kayu. Banyak kacang pakaro kacang, kacang miang paliang manggata. Gata dek miang bio-bio taseso sabatang tubuah, jantuang lah mintak gawiak pulo. Ba’a bana sakik padiahnyo nak sulih lah Ayah mangatokan, antah kok urang nan marasai.
Sumpah, kutuak, caci-makian, upek caraco, caruik kungkang, dibanci salamo hiduik. Jangankan ka mandakek, mandanga namo sajo lah jajok. Kok kunun maliek ka pamenan. jo api mamunahkannyo nak tunggua dikikih dilantiangkan, baitu doso kacang miang.
Nyampang kok kito manusia mamakai sifaik bio-bio, sakampuang kanai miangnyo manggata turun-tamurun. Jauahkan laku nan baitu nak, buliah salamaik hiduik awak. Cubo wa’ang bayangkan, ulah dek asuang jo pitanah, gunjiang kian kincah kamari, bisa mararak kasiah sayang urang balaki di sibaknyo. Tibo didagang panggaleh lahabiah di timpo kabakaran, tansano api nan mamakan tingga juo puntuang baronyo. Taga dek bingik dangki urang toke manjadi anak buah. Santano kantua ditimponyo direktur masuak pinjaro, manajer dipecat tagak, sekretaris tabaok rendong. Untuak itu Ayah ingekkan, hati-hati dalam bagaua, banyak batamu bio-bio nak ulek bulu namonyo juo. Karena bak cando jujur muluik manih baso katuju, awak talen parlente pulo panampilan pun mayakinkan. Ado kalonyo potongan dukun paham rasio dalam batin pandai manakok hati urang. Kadang-kadang bantuak ulama, hadihnyo balapiah-lapiah, ayatnyo bak ilia-ilia, iko dalia iko ma’ana. Ado juo rupo sarjana tau jo pasal undang-undang hukum pidana jo perdata. Geleknyo baragam, kicuah jo kecoh nan nyato inyo manyerak miang cundang kabaji nan nyo agiah. Pura-pua ibo, kasihan katonyo ingin nak manolong barisuak urang batagak gaua gawik gapai sapanjang jalan baliau mangakeh di subaliak. Ma adoh iyo urang macam itu nak, adoh sifaik nan ka dipakai, yaitu manjauah. Ibaraik marambah bio-bio kok hanyo dioyak dari bawah atau diruntun diratehi alamaik miangnyo batebaran badan ang juo nan kagata. Kalau ka tangguang-tangguang masuak sakadar badebat manumpalak eloklah manyisiah sajo. Sabab dek aluih makan jarumnyo, rumik mancari jajak masuak. Indak batali ka diri atau tampuaknyo ka dijinjiang.

salain dandam parang batin batinju kasudahannyo. Basuo bak pantun-pantun urang, jam gadang di Bukittinggi talatak di Pasa Ateh, tukang palindih daulunyo. Haluih karajo urang kini mangarang bungo jo karateh dek kumbang basosok juo. Nak duo pantun sairiang, babuah rambai di puguak, bungo disasok barau-barau, ulah parangai kayu bungkuak, caia malaleh kuduak kabau. Pahamkan bana tu nak kanduang, jago diri ang kanai miang, apolai manjadi miang, samo tak elok kaduonyo.

Adopun paku ataupun pakis tarmasuak bangso suku rumpuik. Sajak dulu di ranah minang paku takato jadi sayua sampai kini musaua juo. Malah ndak sajo di kampuang awak, lapeh ka Jawa, ka Malaysiam ka Ambon, ka Kalimantan, sampai Brunei Darussalam, populer katupek gulai paku, lontong Padang namonyo sinan. Nan paliang lamak dicampua jariang, serak-serakan udang bariang, asamnyo, asam balimbiang, bungo sambuang konconyo bana. Kok nak tau jo lamak paku nak cubo diulang maangek-i, lah masiak mangkonyo sero. Tapi ado saketek nan maibo, manuruik pituah angku doktor, paku ndak manganduang gizi, sanasib pulo jo cubadak, manganyang indak bavitamin. Bialah ka baa pulo. Nan nyato itulah budaya awak, gulai pusako Minang Kabau. Samanjak alun barabalun, maso lauik sacampak jalo, marapi sagadang talua itiak, paku cubadak alah juo. Hidup paku jo cubadak, maju terus pantang mundur.A . . . kito tinggakan satu taminak, ditalaah sifaik-sifaik-nyo tu ambiak ka jadi guru. Dari pangalaman ilmu paku ado bana nan kadi tiru. Yaitu, perjuangan manantang hiduik, "Strange for life", kato si bule. Yakin, gigiah, pecaya diri tapi jujur. Itu nan patuik kito contoh. Cubo ang like, ang pandangi. Indak sajo di tanah lambuak, di tanah lapa inyo iduik, di salek batu jadi juo. Malah indak pun di ateh bumi di dahan kayu tumbuah paku, di batang karambia bisa subur sampai ka pucuak-pucuak, atok paku ko tatap iduik mewah.

Sungguah manjadi pengembara, hinggoknyo indak manyeso, makannyo mancari surang, pantang manggaduah urang lain, bak cando limau di binalu. Mandiri, itu nan patut ka ditiru, suri tauladan ka dipakai. Satantang gigiah jo gagah caliaklah parjuangannyo, walau dihalang, dirintangi, baluka mahambek paneh, angin pun tak dapek lalu ulah dek angkuah kayu gadang. Inyo mampu batahan iduik di bawah bayang kesombongan. Baru kapatang kanai sabik, pagi cako di lanyau kabau, atau diimpok kayu mati, sahinggo punah tingga tunggua, bisuak pagi tuneh tacogok sa-pakan lah rimbun pulo. Panek batauik tak mambaa, diparun alun kaabih, antah kok urek nan tacabuik. Tapi, salagi rumpun tak binaso nan paku, bapantang mati. Sadangkan maklhuk tumbuhan tu nak, indak baraka, indak baraso, indak pulo punyo napasu lai gigiah mancari hiduik. Manga kalian kok manganggur, haa. Banyaklah contoh Ayah like, taganda di parantauan, ta tumbuak usaho galeh pondoh poroh pulang ka kampuang. Pangacuik, kok ka gadang.raso tak mungkin, pokok tandeh kadai lah lapeh. Carilah mato lokak lain baako lari dari porong. Kandas galeh, lompek ka tukang, ndak lanteh cubo mangantau salek juo ka maojek. Saindak-indaknyo jadi cingkariak, manguli manjawek upah. Pendeknyo usaho, tidak satu jalan ke Roma kato rang sinan. Nan ka usah, kalau ba CV. Duo Jari, maagen manjua ganja, manempe jo tante girang, adaik malarang, undang managah, isuak basinggang di narako. Kok lai baliak ka kampuang, basawah mambuka landang, baparak, taranak ayam, syukur bana turun ka tani. Ha...iko indak sawah tingga, ladang marimbo, hutan kosong, lahan talantar, inyo nak sungguah di palantah. Tangah hari di lapau juo, domino balapia-lapia, gurau jo kincah nan utamo. Sahinggo di luluak tajak balariah, pinggan tak cukuik. Pamaleh, kanker jo tumor dalam hiduik nan panyagan, pambarek tandan, pamalu lambek bakisah. Pantang cilako kami dulu, bagayuik ka urang tuo, babaliak makan ka pusako. Apo lai marengek-rengek, pacar den lah gadang juo, kawin ka baa ko den lah Ayah, itu haram bagi anak Minang. Baitupun taradok palajar, mahasiswa nan pacah mental, pangaluah panjang, patuik baraja dari paku. Mantang-mantang anak kuliah, gengsi bana turun ka pasa, namuah manjadi kutu rumah. Panganggur intelek bahaso trend-nyo, rumus nan dipakai-nyo. Tujuan sikola jadi pegawai, cari karajo ilia mudiak, masuak kantua kalua kantua, lamar kian kamari, mohon kamari. Sahinggo lah tipih tapak sipatu, tabuak sarawa, tenteang ikua, batarimo ka indak juo. Tidak ada lowongan atau tunggu saja panggilan, baitu jawab pesonalia. Mako dek bosan gilo mananti umua samakin gaek juo. Kasudahannyo, baputuih aso, tibo depres, frustasi, mamanuang, panggalak surang. Dicarak lai kaleang baigon, babuih muncuang dalam kamar. Cengeng.

Mako dari itu nak, karano waang lah SMA nan Insya Allah tanago Ayah kuek juo, talakik manyambuang ka fakultas, kini-kini Ayah pasankan nyampang kok jadi mahasiswa, sampai-tak sampai di wisuda, jaan pasang jarek samato jadi pagawai di kantua-kantua. Karano pitiah tiok mangarik, sogok-manyogok lah biaso atau dek sabab karano lain indak manabuak cito-cito. Mako, bukak-lah usao surang, bewiraswasta, bahaso kalian. Jaan tagoda baman jo pagawai, kok indak di kantua indak ka makan, badasi juo ndaknyo, musti sanggup mandiri, bedikari. Ingek kato Bung Karno "Kesempatan itu bukan ditunggu tapi diciptakan". Kalau hanya hiduik manunggu, samo awak jo lawah-lawah, sifaik pasif tu mah namonyo. Sadangkan awak harus agresif, progresif dan dinamis. Baitu karakter urang Minang, watak pusako dari dulu, kini kalian mawarisi. Adopun nan ka di pantang ka dihindari, laku parangai dek binalu, sifaik cilako dibaoknyo. Takalo bamulo, inggok manempe di kulik dahan, duduak di ujuang-ujuang rantiang. Eloklah baso batang limau, urang bataduah di baok naiak, dijamu dibari makan, tamalam diagiah lapiak. Dek lamo lambek manompang mulai bapucuak salai daun, kian hari batambah rimbun, urek manjala-jala juo kini malilik mangulampai. Akia kato sudahan kalam, nyo barantiang badahan rampak, badaun babungo kambang, batang gampa urek mancakam, kalahlah nan asa dek nan tibo. Kini limau tingga jo namo, ujudnyo nyato la binalu, sumpah bagumam batangguangkan. Jauahkan sifaik nan baitu nak, gadanglah doso mudaratnyo. Tahu-tahu iduik manompang, awak buliah urang tak rugi, usah kalamak dek awak surang, cadiak buruak tu mah namonyo. Licik, kato urang subarang, diagiah hati, bakandak jantuang, nan bak Balando mintak tanah. Buruak laku, jaek parangai, aka ciluah busuak pangana, niaik tak lain maniayo. Banasehat para pujangga, Jangan ciptakan kebahagiaan di atas penderitaan orang lain atau bahaso populer Minang Kabau "Lamak dek awak katuju dek urang".

Kok raso dibaok naiak, pareso dibaok turun itulah timbangan rang babudi. Santano budi nan lah pupuah, nak alam sampik langkah tatumbuak. Sulik batenggang bakalaka, badan disisiah urang banyak. Dangalah pantun urang dulu: Dek ribuik rabahlan padi, dicupak datuak Tumangguang, kalau iduik indak babudi, duduak tagak kumari cangguang. Babelok babilin-bilin, di cako padi ka tabiak, dek elok urang tak ingin, dek baso urang manggarik. Kok tumbuah ba induak samang, tenggang amanah tabinaso, pitaruah dipaliaro, martabat dijunjuang tinggi, caliakkan raso budi baiak. Ijan samantang urang lah picayo, awak kuli disangko toke, baa kalatiak ujuang jari, angek lah tagah dari cangkia. Nyampang anak iduik di rantau agak-agak di kampuang urang, bumi dipijak usah lambang, lauik ditampuah jan bariak, manyauak indak mangaruahi. Turuik-kan adaik caro sinan, isi cupaknyo nan tatagak, tiru ragian nan takambang. Kok bakato di bawah-bawah, usah pangieh jo panggisia, kecek maikua itiak jantan. Lah nyato si pontong tak bajari, cincin ameh baparagokan.
Urang lah mati indak makan, rimah disapu ka ilaman, pantangkan bana tu nak kanduang. Mambunyikan tipi jo radio, usah sahabiah-habiah puta, tenggang subalah-manyubalah. Mungkin anaknyo baru lalok, tagaduah urang sadang damam, pikiran samak-samak ibo. Samantang awak naiak honda, kanalah urang jalan kaki, kanai potong indak mambaa, nak nan bedo kabuik di balakang, bunyi knalpotnyo nan manyeso. Kasimpulannyo, walau binalu nan tatuduah ambiak ibaraik jo itibar usah manari di ateh bangkai, Ayah tak suko tantang itu.

O… nak kanduang badan dek Ayah, lah panjang Ayah batutua, bajelo kisah tafsiran, mangaji rasio alam. Tapi ba’awal kato bamulai, Ayah bukanlah cadiak pandai, buto do dalam pangatahuan, rabun di tantang pangalaman. Mako, ibaraik si buto dapek gajah. Nan taresek baru ikuanyo, alunlah tubuah sabatangnyo. Kok lai namuah mambaco, nak manyimak mamparatikan, di alam kuliliang kito nagko batabua suri tauladan, banyaklah contoh jo ibaraik. Jo kaharibaan bisa disauak, paham di batin manampuangkan, sinan basuo lubuak ilmu aia janiah, sayak nan landai tampek baranang aka budi. Dek sabab karano itu, rajin-rajin anak baguru, maliek bayang nan tasirek. Cubolah jawab tako-taki, kiat isyarat dari alam dan itu anjuran dalam syarak tu nak. Tuhan bana nan manyuruahkan, batanyo Allah jo firman-Nyo: “Apakah kamu tidak memperhatikan betapa bumi dihamparkan dan langit di sungkupkan, apakah kamu tidak memperhatikan pegantian siang dengan malam, apakah kamu tidak memperhatikan keberadaan binatang unta dan lain sebagainya ?”.

Malah tanyo baruntun dari Tuhan kapado kito manusia : Afala tubbsirun, afala ta’kilun, afala ta’lamun, afala tattafakkarun Ya Ulil Albab?

Satiok tanyo bakandak jawab, nak pudulah pulo tanyo Allah. Hampia sajam Ayah basurah, kini dihimpun ciek-ciek, diambiak pati santannyo. Dari sapanjang tutua tadi tigo sajo isi pidoman, yaitu hubungan diri samo diri, hubungan diri jo manusia, hubungan diri dengan Allah. Mari disabuik satu-satu. Adopun hubungan diri jo diri indaklah lain mukasuiknyo mambantuak watak jo karakter dalam mancari kepribadian, adolah limo rasionyo, nak Nan partamo, tujuan hiduik, motivasi jo nawaitu. Dari mano datangnyo awak, sadang di mano kito kini, kamano arah ka dituju. Batanyo ka diri, untuak apo waang ko iduik? Ka manga datang ka dunia-ko? Kok indak tau jawabannyo, Tuhan manolong manjawabkan. “Wama akhlaktul jinni wal insa illa liyak buduni”. Tidaklah aku jadikan jin dan manusia kato Allah, kecuali untuak mengabdi kepada-Ku saja. Untuak itu Rasulullah pun batitah, iduiklah sasuko hati, tapi ingek salamo iduik musti ka mati, karajokan apo nan taragak, tapi ingek satiok karajo akan ditanyo, cintoilah apo nan dihati, tapi ingek satiok pertemuan ado perpisahan, itu nan partamo. Nan kaduo, bapandirian taguah, berprinsip nan jaleh istiqamah yakin ke diri. Arek-arek kalau bapacik, taguah-taguah bakeh ka tagak. Usah baganggam-ganggam baro, raso kahangek dilapehkan. Kalaulah tagak di nan bana, ijan ragu manantang bandiang. Nyampang nan hak dirabuik, rampeh, martabat dilanyau urang, pantangkan mundur satapak Yuang, haram bumi bakeh Ang lari. Syahid membela kebenaran dan mangalah dengan salah. Nan katigo, jujur jo amanah. Di dalam hati manusia ado zat nan paliang adil, itulah inyo kalbu kato rang siak, nurani kecek rang pandai, raso pareso keceknyo adat. Musuahnyo, iyolah napasu, sadangkan akal kumari masuak. Mako satiok kakok ka diawai, tanyolah dulu nan di dalam lai kok izin hati nurani. Biasonyo pikia sakali, mananglah nafsu, akal mandorong jo usaho, badan mambantu jo karajo. Tapi baoklah maranuang dalam-dalam, duo tigo ulang bapikia. Kalbu nan suci akan manang, picayolah. Kompasnyo indak jauah-jauah, yaitu hukum cacak jangek. Piciaklah diri awak dulu, sakik dek awak, sakik dek urang. Nah, nan kaampek, dinamis, ligat kato rang medan, lasak kato rang Minang. Usah layua pandingin darah, talampau banyak agak-agak, suko mananti garah alah. Kalau cameh jo gamang lah dahulu, ragu jo bimbang, takuik kanai alamaik karajo tak manjadi. Tapi kok lah habih tenggang jo kalaka nan di juluak ndak jo dareh, nan dijapuik ndak kunjuang tibo, baru tawaqal pado Allah, takdir tu mah namonyo. Hadapilah dunia dnegan senyum, baitu kato ahli fikir. Nan tarakhir, nan kalimo. Yaitu, basifat saba jo rillah. Nan Ayah mukasuik dengan saba, bukan mambatu muko tembok, kanai lampang pipi nan suok, diagiahkan pulo pipi kida, bukan baitu. Tapi, indak cameh wakatu susah, indak takabua di nan lai. Hindakan tamak jo lobo padokan apo nan ado, syukuri barian Allah. Nan manjadi sifat dari napasu, adolah salalu maraso kurang, ha . . .

Adopun sifaik dek manusia nak, ingin dipuji, dikagumi, diumbuak, disanjuang-sanjuang, bataruih-tarang nyo nan sagan. Siapopun ingin panjang umua, tapi takuik manjadi tuo. Mako sananglah bana dihatinyo, dikatokan baliau awet mudo, umua gaek, kaniang bakilek, taimpik galombang anak bujang, ha . . . . Pujilah nan disayanginyo, anaknyo nan kamek, lincah, galeknyo nan tagak tali, tapi ijan dipuji inyo rancak, balapia tinju dihiduang ang. Agak-agak maanjuang urang nak, usah malimbak, malabiahkan, overdosis ibaraik ubek. Bisa malonjak anak bayi, babaliak aruah panabangan, nak tuah dapek cilako. Sasudah itu suko manolong, malang mujua, sakik jo sanang, indak kalapeh dari tangga, kini urang bisuak kok awak. Bakato Buya Hamka : “Jangan tetawakan orang jatuh, tapi bersyukurlah kalau anda tidak jatuh, dan sebaik-baik pekerjaan adalah menolong orang dalam jatuh”.Kok sanang jalang-manjalang, kok sakik silau-manyilau, kok mati janguak-manjanguak.Banyak caro manolong urang, tolong jo pitih jo harato, tolong jo jariah jo tanago, saindak-indaknyo tolong tolong jo aka pikiran, jo do’a jadi juo. Sauleh rimah dalam litak labiah lah gadang manfaatnyo dari sakancah nasi, katiko kanyang.

Nan katuju dek Rasulullah, pamaaf indak pandandam. sampilik mambari maaf, pamaha jo karilahan, itulah urang rendah budi. Mambayang ka paroman-nyo, muko karuah, kaniang bakaruik, hati kasek, bantuaknyo sanga, lah pupuih Nur-Hidayah. Sadangkan Adam lai nyo khilaf, talampau pantang makan khuldi, Tuhan mambari kaampunan, kok kunun-lah kito makhluk. Manuruik dalih biasonyo, nak apobilo urang pabaso tando ceke, apobilo pacimburuan tandonyo jahek, urang pasumpah tando ciluah, pandandam tando takabua, setan basarang di hatinyo. Awak barasiah tak badoso, urang lah salah kasadonyo, namuah batahun ndak manyapo, jo dunsanak bakarek rotan. Baparingek Nabi jo hadis-nyo, duo nan ka diingek, duo pulo nan ka dilupokan.

Nan kadiingek, salah awak ka urang lain, jaso urang ka diri awak. Dan nan ka dilupokan, jaso awak ka urang lain, salah urang ka diri awak. Nyampang sunsang tabaliak pasang nak, cabiak-cabiak silaturrahim, caia ukhwah islamiah, sinan ka turun murka Allah. Kini nan kalimo, nan kalimo yaitu panyuko, barasiah hati, kok urang mandapek rahmat sato basyukur, bagumbira, nyampang kok bala manimponyo, prihatinlah di nasib kawan. Usah sabaliaknyo nak, manampak kawan barasaki, awaklah masam kurang bunyi, hatipun paneh manggalagak, mancaliak kadai urang kayun, dek awak susuik jua-bali. “Ayam batino nan batalua, ikuanyo padiah dahulu”. Jauahkan sifaik nan baitu nak.

Baitupun usah pamatahkan kecek urang, suko maudi, marandahkan, manunggu utang, di nan rami mamasang pitih barakuak.indak saide sapandapek, balain tapi katagokkan, itu biaso dalam rapek. Tapi agak-agak kalau badebat, iyokan dek urang nan tasampai, lalukan dek awak jo daliahnyo, indak bakasam sambuang parak. Manyubarang di aia dareh adolah bana rasionyo. Ambiak ancang agak kahulu, turuikkan hiliran aia, manyerong ansua ka mudik, malereng geser haluan, biduak ka sampai di subarang. Usah disongsong aruih sungai, karam di riam, diputanyo hanyuik kok indak bamuaro. Manyanangkan hati urang itulah resep pergaulan indak karasan salamonyo, picayolah. Adapun hubungan timba baliak antaro makhluk dengan Khalik ibaraik ikan dengan aia. Kok nyampang ikan tapisah, carai talantiang dari aia, alamaik hiduik ka sansaro, tak kama manggapai lai. Tapi sabaliaknyo nak, aia indak manganduang ikan, haram kok inyo ka tagamang, samiang alun ka ta came. Baitulah pulo dengan Tuhan, walau manusia kapia sadonyo, langik engka, bumi durako, indak ka sumbiang martabat-Nyo, zat Allah tatap mulia. Dek sabab karano itu nak, ijan manjauah dari Allah. Hubuangkan diri jo nan satu. Salamo jantuang badanyuik, salagi angok turun-naiak, Tuhan nan ambek dilengahkan. Kalau diri sudah manyatu, dakek nan tidak baantaro, jauah nan tidak bajara’an, sinan hidayah turunnyo. Sahamba-hamba tabu nak, limo kali dalam sahari tamui Tuhan jo talipon, mangecek langsuang samo surang. Mintaklah apo ka di mintak, kadukan nasib parasaian, tangih jo ratok ka bapujuak, tagamang lai ka bajawek Rahman jo Rahim salamonyo. Adopun kok Ang nak tau satantang nomor talipon-Nyo, hanyo sabanyak limo angko. Yaitu, 24434. duo rakaat shalat subuah, ampek rakaat waktu luhua, ampek pulo dimasuak asar, tigo rakataan di mugarib, ditambah ampek shalat isya. Aratinyo, sumbayang nak, sumbayang, sumbayang, sumbayang, usah ditinggakan.

Manuruik sifaik jo janji-janji-Nyo Allah itu Maha Pengampun, murah maaf, maha jo dandam. Tapi ado duo nan tak bahampunan, partamo murtad, kaduo syirik. Nan dimukasuik dengan murtad nyato-nyato mamutuih tali, maurak buhua gagang iman, kato jo ruek mambulakang, katie sirah urang namokan. Sawajah tantang pado syirik, dalam nan inyo baindakkan, hati nan ragu, ragu bimbang. Dilaia lai maangguak, di dalam batin manggeleng. Tauhid saparo sudah, mancari Tuhan salain Allah. Kok itu sfat nan bapakai, berang Allah sampai ka gunjai tunggu jahannam, hari isuak. Jangankan pado Tuhan Allah, manusiapun lai pandai berang. Kok ati bini alah manulak, tubuahnyo lah mambulakang, tandonyo indak nio awak, caraikan istri sanan juo. Atau di dalam inyo basuami, mancari pulo laki lain, wajib ditalak salamonyo. Mamakai istri nan baitu gayuik hukumnyo dalam Syarak, tacacek bana di nagari, layua talingo kecek urang.

Mako kini Ayah ingekkan, hati-hati manjago iman. Taguah-taguah paciak tauhid, usah sumbiang, usahlah cakak. Kok bulek indak bapasagi, picaknyo indak basuduik, runciangpun indak bajipang. Walau ba’alah badai mahampeh, lauik gilo tapan mangamuak, kamudi usah dilapehkan. Hanyo Allah tampek balinduang nak, bukan dukun, bukanlah datu, bukanlah pulo tukang tanuang atau mamintak bakeh kuburan, kok kunun ka setan jo ubillih. “Iyya kanak budu wa iyya kanasta’in, kapado allah kito manyambah kapado-Nyo pulo mintak tolong”.

Nah… itulah nak, itulah pitaruah Ayah. Kok nasehat ko lah namonyo, kok pituah ka Ang katokan. Nan nyato utang ka anak lah taansua. Lain hari Ayahlansaikan. A . . . baa Ang kini, karano hari lah laruik malam, badan latiah, mato takantuak, kito baganjua lalok dulu. Insya Allah bisuak kok lai iduik juo, disambuang guliang, ditamatkan surah.

Penelitian Ilmiah: Memaafkan itu Menyehatkan

“Forgiveness research” atau penelitian tentang perilaku memaafkan
termasuk bidang yang kini banyak diteliti ilmuwan di sejumlah bidang
keilmuan seperti kedokteran, psikologi dan kesehatan. Hal ini karena
sikap memaafkan ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan jiwa
raga, maupun hubungan antar-manusia.

Jurnal ilmiah EXPLORE (The Journal of Science and Healing), edisi
Januari/Februari 2008, Vol. 4, No. 1 menurunkan rangkuman
berjudul “New Forgiveness Research Looks at its Effect on Others”
(Penelitian Baru tentang Memaafkan Mengkaji Dampaknya pada Orang
Lain).

Dipaparkan pula bahwa berlimpah bukti telah menunjukkan perilaku
memaafkan mendatangkan manfaat kesehatan bagi orang yang memaafkan.
Lebih jauh dari itu, penelitian terbaru mengisyaratkan pula bahwa
pengaruh memaafkan ternyata juga berimbas baik pada kehidupan orang
yang dimaafkan.

Worthington Jr, pakar psikologi di Virginia Commonwealth University,
AS, dkk merangkum kaitan antara memaafkan dan kesehatan. Dalam karya
ilmiahnya, “Forgiveness in Health Research and Medical Practice”
(Memaafkan dalam Penelitian Kesehatan dan Praktek Kedokteran), di
jurnal Explore, Mei 2005, Vol.1, No. 3, Worthington dkk memaparkan
dampak sikap memaafkan terhadap kesehatan jiwa raga, dan
penggunaan “obat memaafkan” dalam penanganan pasien.
Memaafkan dan Kesehatan

Penelitian menggunakan teknologi canggih pencitraan otak seperti
tomografi emisi positron dan pencitraan resonansi magnetik fungsional
berhasil mengungkap perbedaan pola gambar otak orang yang memaafkan
dan yang tidak memaafkan.


Orang yang tidak memaafkan terkait erat dengan sikap marah, yang
berdampak pada penurunan fungsi kekebalan tubuh. Mereka yang tidak
memaafkan memiliki aktifitas otak yang sama dengan otak orang yang
sedang stres, marah, dan melakukan penyerangan (agresif).

Demikian pula, ada ketidaksamaan aktifitas hormon dan keadaan darah
si pemaaf dibandingkan dengan si pendendam atau si pemarah. Pola
hormon dan komposisi zat kimia dalam darah orang yang tidak memaafkan
bersesuaian dengan pola hormon emosi negatif yang terkait dengan
keadaan stres. Sikap tidak memaafkan cenderung mengarah pada tingkat
kekentalan darah yang lebih tinggi. Keadaan hormon dan darah
sebagaimana dipicu sikap tidak memaafkan ini berdampak buruk pada
kesehatan.

Raut wajah, daya hantar kulit, dan detak jantung termasuk yang juga
diteliti ilmuwan dalam kaitannya dengan sikap memaafkan. Sikap tidak
memaafkan memiliki tingkat penegangan otot alis mata lebih tinggi,
daya hantar kulit lebih tinggi dan tekanan darah lebih tinggi.
Sebaliknya, sikap memaafkan meningkatkan pemulihan penyakit jantung
dan pembuluh darah.

Kesimpulannya, sikap tidak mau memaafkan yang sangat parah dapat
berdampak buruk pada kesehatan dengan membiarkan keberadaan stres
dalam diri orang tersebut. Hal ini akan memperhebat reaksi jantung
dan pembuluh darah di saat sang penderita mengingat peristiwa buruk
yang dialaminya. Sebaliknya, sikap memaafkan berperan sebagai
penyangga yang dapat menekan reaksi jantung dan pembuluh darah
sekaligus memicu pemunculan tanggapan emosi positif yang menggantikan
emosi negatif.
Kesehatan Jiwa

Selain kesehatan raga, orang yang memaafkan pihak yang mendzaliminya
mengalami penurunan dalam hal mengingat-ingat peristiwa pahit
tersebut. Dalam diri orang pemaaf, terjadi pula penurunan emosi
kekesalan, rasa getir, benci, permusuhan, perasaan khawatir, marah
dan depresi (murung).

Di samping itu, kajian ilmiah membuktikan bahwa memaafkan terkait
erat dengan kemampuan orang dalam mengendalikan dirinya. Hilangnya
pengendalian diri mengalami penurunan ketika orang memaafkan dan hal
ini menghentikan dorongan untuk membalas dendam.
Kedzaliman

Harry M. Wallace dkk dari Department of Psychology, Trinity
University, One Trinity place, San Antonio, AS menulis di Journal of
Experimental Social Psychology, Vol 44, No. 2, March 2008, hal 453-
460 dengan judul “Interpersonal consequences of forgiveness: Does
forgiveness deter or encourage repeat offenses?” (Dampak Memaafkan
terhadap Hubungan Antar-manusia: Apakah Memaafkan Mencegah atau
Mendorong Kedzaliman yang Terulang?). Hasil penelitian ini
menyimpulkan bahwa menyatakan pemberian maaf biasanya menjadikan
orang yang mendzalimi si pemaaf tersebut untuk tidak melakukan tindak
kedzaliman serupa di masa mendatang.
Obat Memaafkan

Berdasarkan bukti berlimpah sikap memaafkan yang berdampak positif
terhadap kesehatan jiwa raga, kini di sejumlah negara-negara maju
telah dilakukan berbagai pelatihan menumbuhkan jiwa pemaaf dalam diri
seseorang. Bahkan perilaku memaafkan ini mulai diujicobakan di dunia
kesehatan dan kedokteran dalam penanganan pasien penderita sejumlah
penyakit berbahaya.

Orang yang menderita resiko penyakit jantung koroner dan tekanan
darah tinggi berpeluang mendapatkan manfaat dari sikap memaafkan.
Telah dibuktikan bahwa 10 minggu pengobatan dengan menggunakan “sikap
memaafkan” mengurangi gangguan kerusakan aliran darah otot jantung
yang dipicu oleh sikap marah.

Rasa sakit kronis dapat diperparah dengan sikap marah dan kesal
(dendam). Penelitian terhadap orang yang menderita sakit kronis pada
punggung bawah menunjukkan bahwa rasa marah, sakit hati dan sakit
yang dapat dirasakan secara inderawi lebih berkurang pada mereka
dengan sikap pemaaf yang lebih besar.
Kampanye Memaafkan

Kini terdapat gerakan memaafkan yang dipimpin oleh Everett L.
Worthington Jr., profesor psikologi di Virginia Commonwealth
University, AS. Prof. Worthington adalah seorang psikolog klinis yang
juga menjabat Direktur Marital Assessment, Therapy and Enrichment
Center (Pusat Penilaian, Pemulihan dan Pengokohan Perkawinan) di
Universitas tersebut.

Gerakan yang bersitus di www.forgiving.org ini menyediakan informasi
seputar berlimpah hasil penelitian seputar memanfaatkan ditinjau dari
berbagai disiplin ilmu. Selain itu abstrak makalah konferensi ilmiah
tentang memaafkan, nama para ilmuwan dan pusat-pusat penelitian
ilmiah tentang memaafkan ini juga dapat dijumpai di situs ini.

Selain dampak baiknya pada kesehatan jasmani dan rohani, kaitan
antara erat sikap memaafkan dengan hubungan antar-manusia, seperti
hubungan suami istri, anggota keluarga, maupun anggota masyarakat
juga telah banyak diteliti. Sikap memaafkan berpengaruh baik pada
pemulihan hubungan antar-manusia tersebut.

“Memaafkan dapat mengobati seseorang, perkawinan, keluarga,
masyarakat, dan bahkan segenap bangsa. Kami mengajak Anda bergabung
dengan masyarakat-memaafkan kami dan menjadi bagian dari usaha yang
semakin berkembang dalam rangka menyebarluaskan anjuran memaafkan ke
seluruh dunia. Kami menawarkan situs ini untuk mempelajari penelitian
ilmiah tentang memaafkan, dan berbagi pengalaman Anda sendiri tentang
memaafkan, atau terilhami oleh orang lain. Memaafkan adalah sebuah
keputusan dan sekaligus sebuah perubahan nyata dalam pengalaman
emosi. Perubahan dalam emosi itu terkait erat dengan kesehatan raga
dan jiwa yang lebih baik.” Demikian papar www.forgiving.org
Hikmah Ilahiah

Nampaknya, ilmu pengetahuan modern semakin menegaskan pentingnya
anjuran memaafkan sebagaimana diajarkan agama. Di dalam Al Qur’an,
Hadits maupun teladan Nabi Muhammad SAW, memaafkan dan berbuat baik
kepada orang yang mendzalimi merupakan perintah yang sangat kuat
dianjurkan. Salah satu ayat berkenaan dengan memaafkan berbunyi:

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi
barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat
jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-
orang zalim.”
(QS. Asy Syuuraa, 42:40). Anda mau sehat? Belajarlah memaafkan mulai
hari ini.

Sumber : www.hidayatullah.com

Kamis, April 30, 2009

cara menghapus file aang.vbs

Tadi pagi 30 April 2009. Diri mau buka email n baca surat kabar pagi, eh waktu mau nyalain si acer... malahan muncul command file mengenai aang.vbs ya udah diri ok in aj, tnpa bnyak baca, eh pas mau connect k modem internet, bisa, tapi waktu mau buka mozilla, YM n Gtalk ternyata ga bisa, diri pusing..trus nelp ahli empunya, katanya virus kali. yah diri anggap aja windows nya eror, ya udah diri berusaha mencoba mencari cd windows xp buat repair....usut punya usut susah juga cari nya.
Ternyata teman diri juga ada yang terjangkit penyakit aang..tapi mereka belum separah diri. Mungkin menularnya virus adalah dari flashdiscyang dipakai buat mindahin data tugas kuliah dari tmn,.,,, intinya...semua teman sekelas diri juga bisa kena virus aang juga....
Akhirnya ada seseorang yang udah diri kenal lama punya cd windows xp profesional, Syukur pun terucap, waktu main ke tempat teman kuliah sebentar jl. Cendrawasih 2. sambil buka-buka si acer lg tuh...eh g taunya udah bisa connect, diri masih penasaran yang namanya aang.vbs itu apa, tanya de sama paman google...Memang paman google udah baik dari sononya akhirnya dikasih tau cara hapus file the legend of aang atw aang.vbs...
alhamdulillah bisa clear juga permasalahannya....
nih tak kasih bocorannya...

Cara Menghapus Virus Aang.vbs :

Ikuti langkah-langkah dibawah ini :

1. Buka Explorer (Klik kanan pada start kemudian explorer)
2. Setelah explorer kebuka, buka direktori C:\WINDOWS\system32\RemovableCache
3. Itu adalah direktori tempat penyimpanan file-file yang telah dipindahkan oleh virus tersebut dari media penyimpanan seperti flashdisk.
4. Setelah itu jalankan RUN (Start-RUN) kemudian ketik CMD untuk masuk ke dos mode. kemudian masuk ke direktori C:\WINDOWS\system32\
5. Apabila anda berada di direktori C:\Documents and settings\users anda bisa keluar dulu dengan cara mengetikan “cd..” tanpa kutip lalu enter, kemudian ketik lagi "cd.." tanpa kutip enter lagi..kemudian masuk ke direktori tadi dengan cara mengetik “cd windows” (ingat tanpa tanda kutip) enter kemudian “cd system32” enter lagi (ingat lagi tanpa tanda kutip).
6. Setelah sampai pada tahapan itu, biarkan sementara. Kemudian anda buka task manager (Ctrl+Alt+del) kemudian ke proses lalu destroy/end process “wbscript.exe” tapi di si acer diri yang ada file "wscript.exe" yah diri klik itu aja.
7. Setelah di end process maka kita kembali ke DOS Prompt kemudian ketikan “del aang.vbs” tanpa tanda kutip.
8. Maka virus tersebut telah terhapus….
9. Cukup mudah kan..
10. Selamat mencoba.

Jumat, April 24, 2009

Cinta

Cinta
Album : Cinta
Munsyid : The Fikr

Mencintai dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta

Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling dari-Nya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Cinta adalah karunia-Nya bila dijaga dengan sempurna
Resah menimpa gundah menjelma jika cinta tak dipelihara

Cinta pada Alloh cinta yang hakiki
Cinta pada Alloh cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi

Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling darinya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Utamakanlah cintapadanya terjagalah amalan kita
Binalah slalu cinta Ilahi hidup kita kan bahagia

Cinta pada Alloh cinta yang hakiki
Cinta pada Alloh cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi

Kamis, April 23, 2009

Seorang Yang Dermawan - Wajib Kita Lihat

Jika anak ini bisa membantu,

mengapa “kita yang lebih baik” tidak?

Ia berjalan di depan meja ‘donation’, kami berpikir: ‘dia akan lewat…’



“Saya ingin menyumbang!”
Ia menuang koin dari mangkuknya.
Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu,
tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.



Kami semua tak bisa berkata-kata,
ia memberikan semua yang diperolehnya
kepada Lembaga Amal dengan usahanya sendiri.



“Saya masih punya uang.”
Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.



Ia mengambil beberapa lembar uang 10 dollar
dan … menyumbang!



Orang Bijak Mengatakan, ” Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan,
Kita BUKAN hanya sedang membantu orang atau mahkluk lain,
Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia.
Temukan kebahagiaan dengan memberi “

diperoleh dari : http://sonokeling.wordpress.com/2009/04/06/seorang-yang-dermawan-wajib-kita-lihat/

Gimana cara untuk menghafal Al-Qur''an?

Sebenarnya para ulama banyak sekali memberikan tips, cara, metode atau tahapan yang harus dilalui oleh orang yang akan menghafal Al-Quran, diantaranya adalah :

Pertama : niat ikhlash karena Allah SWT semata, jangan sampai ada niat kita menghafal Al-Quran itu untuk mendapat berbagai kenikmatan dunia yang barang tentu sangat tidak sebanding dengan kenikmatan di akhirat kelak.

Kedua : jangan lupa selalu berdoa kepada Allah SWT agar kita selalu mendapatkan kemudahan dalam menghafal Al-Quran, dan ketika kita berdoa kita harus yakin bahwa doa kita diijabah oleh Allah SWT.

Ketiga : Keshalihan pribadi, keshalihan pribadi dalam mengafal Al-Quran tidak bisa disepelekan, karena dengan keshalihan ini maka Allah SWT akan mengajarkan apa yang kita ingikan, Dia akan memudahkan kita dalam memnghafal Al-Quran.

Imam Syafi’i yang terkenal sebagai ulama yang memiliki kecepatan dalam mengafal pernah dengan tidak sengaja melihat kaki bagian bawah seorang wanita, sehingga membuat hafalannya menjadi buruk dan dia pun segera mengadu kepada guru. Setelah itu sang guru pun memberikan nasihat agar dia meinggalkan maksiat, karena ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang selalu bermaksiat.
class="fullpost">
Keempat : dalam menghafal Al-Quran, jangan sampai meninggalkan wirid Al-Quran harian, jadi wirid tilawah Al-Quran harian harus tetap dilakukan, jangan sampai karena kita sibuk menghafal malah justeru meninggalkan wirid tilawah harian kita. Manfaatnya adalah ketika kita sering dan banyak membaca Al-Quran, maka pada saat kita menghafal suatu ayat atau surat Al-Quran, kita akan mendapatkan banyak kemudahan karena sebelumnya kita sudah sering membacanya.

Kelima : kalau ingin hafalan kita bagus dan lacar, maka kita harus memperlakukan surat-surat yang sudah kita hafal seperti orang mengahafal surat Yasin, surat Al-kahfi dan surat-surat lainnya yang sering dibaca orang setiap pekannya atau pada moment-moment tertentu. Seperti halnya juga surat Al-Fatihah mungin saja seandainya kita membaca surat Al-Fatihah ini sambil berlari pun tidak akan salah karena kita setiap hari membacanya minimal 17 kali dalam sehari semalam.

keenam : usahakan kita juga membaca dalam shalat kita, manfaatkan waktu shalat-shalat sunnah seperti shalat malam atau Qiyamullail dan shalat-shalat sunnah lainnya.

Saya sarankan kepada anda untuk membaca-baca kembali jawaban saya pada konsultasi sebelumnya yang sedikit banyak memiliki kaitannya dengan pertanyaan ada ini. Semoga dengan jawaban singkat ini dapat memberikan pencerahan kepada anda khususnya dan para pembaca setia warna Islam pada umumnya untuk lebih termotivasi lagi dalam menghafal Al-Quran, Amin ya Rabbal ‘alamin. Wallahu a’lam bishshawab
http://www.warnaislam.com/konsul/quran/2009/4/4/2700/Gimana_cara_menghafal_Al-Quran.htm

Minggu, April 19, 2009

Nikmat ALLAH manakah yang kamu dustakan...

Kejenuhan suasana kostan membuat diri merasa jenuh. Beberapa buah janji pun berharap terlunasi sebelum datangnya hari dimana diri tidak mampu lagi melunasi kewajiban yang sudah terucap oleh sepotong daging yang tak bertulang.

Sahabat masa kecil, janji yang teucap begitu lama sekali dan alhamdulillah akhirnya bisa dilunasi juga. Citeureup...tempat yang sama sekali belum pernah disinggahi, hanya pernah didengar dari sobat tempat ia berdomisili sekarang. Berbekal informasi yang didapat.Walaupun Cuaca yang panas diri akhirnya meluncur menuju tempat yang dituju. Kalau dihitung-hitung kira-kira 3 kali naik angkot dan 2 kali naik bis.

Lampu merah Poins(Pondok Indah Square), keindahan perempatan lampu merah dengan dikelilingi "pencakar" langit membuat diri bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan dalam bentuk yang "wah"

wah bagi siapa yang benar-benar terlena akan kemegahannya, tapi merupakan sebuah tanggung jawab bagi yang punya sisi lain untuk direnungkan.

Tapi di lain pihak, di sudut perempatan mungkin bagi masyarakat kota, hal ini merupakan hal yang sangat lazim untuk dilihat. Tapi bagi mereka yang baru menginjak ibukota, hal ini merupakan hal yang sangat mengenaskan. Di tengah belantara beton, terdapat beberapa golongan, mungkin menurut diri ada lebih dari ribuan golongan yang terpinggirkan. Mereka yang merupakan secara Undang-Undang adalah warga negara Indonesia merasa tidak mendapat apa yang menjadi hak mereka sebagai Warga negara. Penghidupan yang layak, Pendidikan yang memadai....

Sekarang....
seorang bocah....yang menurut diri bukan sepantasnya berada ditempat ini. Tempat yang sangat tidak cocok sekali bagi bocah yang menurut diri masih berumur 5 tahunan. Puji syukur diri panjatkan kehadirat Allah SWT, diri mendapat nikmat yang si bocah tersebut tidak mendapatkannya. Nikmat yang diri dapat memang tidak diri raih dengan hanya menggoyangkan tangan. Masa-masa berseragam merah putih, masa-masa harus ke sawah yang memang keseharian diri pada waktu kecil. Memang kondisi yang mengharuskan diri untuk seperti itu. Dilahirkan di pinggang gunung, lahir sebagai seorang anak desa. Kesehariannya hanya dilalui dengan permainan anak-anak desa, ke sawah, ke kali, main layangan, bola kaki. Merupakan nikmat yang diri peroleh, tentunya tak lepas dari dua orang yang sangat-sangat berjasa sekali....

Tapi lain sekarang dengan yang diri lihat pada siang hari ini. Di saat pesta pesta demokrasi yang merajai beberapa hari ini hingga Juli mendatang, tidak sedikit dana yang dihabiskan untuk menggelar pesta demokrasi. Ironis memang di saat kondisi masyarakat yang sedang menurun. Peserta lomba demokrasi dengan tenangnya menjor-jorkan jutaan bahkan miliaran rupiah...Alangkah beruntungnya si bocah jikalau sepersekian persen dana yang dikeluarkan oleh 'peserta lomba' di berikan padanya.

Sisi lain dari pesta demokrasi

Hmm....
Perempatan Poins
Jam 13.30 pada Sabtu(18/04/09)

Rabu, April 15, 2009

Air Mata Keinsafan


Air mata keinsafan
Yang mengalir di malam sepi
Inilah dia pelembut jiwa
Bagi mendapat kasih Ilahi

Rintihan di pertiga malam
Dari seorang hamba yang dhoif
Kerna mengenang segala dosa
Moga mendapat keampunan dari Ilahi

Setiap kekasih Allah
Menempuhi jalan ini
Untuk mereka memiliki kejayaan
Ayuh bersama kita susuli
Perjalanan kekasih Allah
Agar kita tiada rugi
Dalam meniti hidup ini

Deraian air mata ini
Titisan yang paling berharga
Buat menyimbah api neraka
Moga selamat di titian Sirath
Bahagia menuju syurga abad

Senin, April 13, 2009

PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH FUTUR

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Seorang penuntut ilmu tidak boleh futur dalam usahanya untuk memperoleh dan mengamalkan ilmu. Futur yaitu rasa malas, enggan, dan lamban dimana sebelumnya ia rajin, bersungguh-sungguh, dan penuh semangat.

Futur adalah satu penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para da’i, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan aktivitas kebaikan.

Orang yang terkena penyakit futur ini berada pada tiga golongan, yaitu:
1). Golongan yang berhenti sama sekali dari aktivitasnya dengan sebab futur, dan golongan ini banyak sekali.

2). Golongan yang terus dalam kemalasan dan patah semangat, namun tidak sampai berhenti sama sekali dari aktivitasnya, dan golongan ini lebih banyak lagi.

3). Golongan yang kembali pada keadaan semula, dan golongan ini sangat sedikit. [1]

Futur memiliki banyak dan bermacam-macam sebab. Apabila seorang muslim selamat dari sebagiannya, maka sedikit sekali kemungkinan selamat dari yang lainnya. Sebab-sebab ini sebagiannya ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus.

Di antara sebab-sebab itu adalah.
1). Hilangnya keikhlasan.
2). Lemahnya ilmu syar’i.
3). Ketergantungan hati kepada dunia dan melupakan akhirat.
4). Fitnah (cobaan) berupa isteri dan anak.
5). Hidup di tengah masyarakat yang rusak.
6). Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dan cita-cita duniawi.
7). Melakukan dosa dan maksiyat serta memakan yang haram.
8). Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah).
9). Lemahnya iman.
10). Menyendiri (tidak mau berjama’ah).
11). Lemahnya pendidikan. [2]

Futur adalah penyakit yang sangat ganas, namun tidaklah Allah menurunkan penyakit melainkan Dia pun menurunkan obatnya. Akan mengetahuinya orang-orang yang mau mengetahuinya, dan tidak akan mengetahuinya orang-orang yang enggan mengetahuinya.

Di antara obat penyakit futur adalah.
1). Memperbaharui keimanan.

Yaitu dengan mentauhidkan Allah dan memohon kepada-Nya agar ditambah keimanan, serta memperbanyak ibadah, menjaga shalat wajib yang lima waktu dengan berjama’ah, mengerjakan shalat-shalat sunnah rawatib, melakukan shalat Tahajjud dan Witir. Begitu juga dengan bersedekah, silaturahmi, birrul walidain, dan selainnya dari amal-amal ketaatan.

2). Merasa selalu diawasi Allah Ta’ala dan banyak berdzikir kepada-Nya.

3). Ikhlas dan takwa.

4). Mensucikan hati (dari kotoran syirik, bid’ah dan maksiyat).

5). Menuntut ilmu, tekun menghadiri pelajaran, majelis taklim, muhadharah ilmiyyah, dan daurah-daurah syar’iyyah.

6). Mengatur waktu dan mengintrospeksi diri.

7). Mencari teman yang baik (shalih).

8). Memperbanyak mengingat kematian dan takut terhadap suul khatimah (akhir kehidupan yang jelek).

9). Sabar dan belajar untuk sabar.

10). Berdo’a dan memohon pertologan Allah. [3]

PENUNTUT ILMU TIDAK BOLEH PUTUS ASA DALAM MENUNTUT ILMU DAN WASPADA TERHADAP BOSAN

Sebab, bosan adalah penyakit yang mematikan, membunuh cita-cita seseorang sebesar sifat bosan yang ada pada dirinya. Setiap kali orang itu menyerah terhadap kebosanan, maka ilmunya akan semakin berkurang. Terkadang sebagian kita berkata dengan tingkah lakunya, bahkan dengan lisannya, “Saya telah pergi ke banyak majelis ilmu, namun saya tidak bisa mengambil manfaat kecuali sedikit.”

Ingatlah wahai saudaraku, kehadiran Anda dalam majelis ilmu cukup membuat Anda mendapatkan pahala. Bagaimana jika Anda mengumpulkan antara pahala dan manfaat? Oleh karena itu, janganlah putus asa. Ketahuilah, ada beberapa orang yang jika saya ceritakan kisah mereka, maka Anda akan terheran-heran. Di antaranya, pengarang kitab Dzail Thabaqaat al-Hanabilah. Ketika menulis biografi, ia menyebutkan banyak cerita unik beberapa orang ketika mereka menuntut ilmu.

‘Abdurrahman bin an-Nafis -salah seorang ulama madzhab Hanbali- dulunya adalah seorang penyanyi. Ia mempunyai suara yang bagus, lalu ia bertaubat dari kemunkaran ini. Ia pun menuntut ilmu dan ia menghafal kitab al-Haraqi, salah satu kitab madzhab Hanbali yang terkenal. Lihatlah bagaimana keadaannya semula. Ketika ia jujur dalam taubatnya, apa yang ia dapatkan?

Demikian pula dengan ‘Abdullah bin Abil Hasan al-Jubba’i. Dahulunya ia seorang Nashrani. Kelurganya juga Nashrani bahkan ayahnya pendeta orang-orang Nashrani sangat mengagungkan mereka. Akhirnya ia masuk Islam, menghafal Al-Qur-an dan menuntut ilmu. Sebagian orang yang sempat melihatnya berkata, “Ia mempunyai pengaruh dan kemuliaan di kota Baghdad.”

Demikian juga dengan Nashiruddin Ahmad bin ‘Abdis Salam. Dahulu ia adalah seorang penyamun (perampok). Ia menceritakan tentang kisah taubatnya dirinya: Suatu hari ketika tengah menghadang orang yang lewat, ia duduk di bawah pohon kurma atau di bawah pagar kurma. Lalu melihat burung berpindah dari pohon kurma dengan teratur. Ia merasa heran lalu memanjat ke salah satu pohon kurma itu. Ia melihat ular yang sudah buta dan burung tersebut melemparkan makanan untuknya. Ia merasa heran dengan apa yang dilihat, lalu ia pun taubat dari dosanya. Kemudian ia menuntut ilmu dan banyak mendengar dari para ulama. Banyak juga dari mereka yang mendengar pelajarannya.

Inilah sosok-sosok yang dahulunya adalah seorang penyamun, penyanyi dan ada pula yang Nashrani. Walau demikian, mereka menjadi pemuka ulama, sosok mereka diacungi jempol dan amal mereka disebut-sebut setelah mereka meninggal.

Jangan putus asa, berusahalah dengan sungguh-sungguh, mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah. Walaupun Anda pada hari ini belum mendapatkan ilmu, maka curahkanlah terus usahamu di hari kedua, ketiga, keempat,.... setahun, dua tahun, dan seterusnya...[4]

Seorang penuntut ilmu tidak boleh terburu-buru dalam meraih ilmu syar’i. Menuntut ilmu syar’i tidak bisa kilat atau dikursuskan dalam waktu singkat. Harus diingat, bahwa perjalanan dalam menuntut ilmu adalah panjang dan lama, oleh karena itu wajib sabar dan selalu memohon pertolongan kepada Allah agar tetap istiqamah dalam kebenaran.

[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M]

__________ Foote Notes
[1]. Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj (hal. 22).
[2]. Lihat al-Futur Mazhaahiruhu wa Asbaabuhu wal ‘Ilaaj (hal. 43-71).
[3]. Ibid (hal. 88-119) dengan diringkas. [4]. Ma’aalim fii Thariiq Thalabil ‘Ilmi (hal. 278-279

diambil dari warnaislam.com

Minggu, April 12, 2009

pasang kalender hijriah di blog

Bagi sobat yang muslim dan ingin pasang kalender di blognya dalam bentuk kalender Hijriah, ada sumbangan hasil karya yang bisa sobat pakai. Kalender ini di dapat dari http://mfr.jentayu.com. Bentuk kalendernya seperti kalender pada kanan atas blog ini.

Bentuknya sangat menarik bukan? Jika sobat ingin memasang kalender ini, sobat tinggal menyinpan kode berikut pada template sobat :



""

Sabtu, April 11, 2009

serial number software

Punya aplikasi, tapi tidak bisa menemukan serial numbernya atau serial numbernya hilang. Tidak usah kuatir sekarang ada software yang bisa membantu menemukan serial number dari software yang serial number nya tidak ada.

Craagle...
yah software yang tinggal di klik saja lalu kita bisa menemukan serial number dari aplikasi yang kita cari.
Aplikasi ini tidak terlalu sulit menggunakannya, yang penting PC / notebook bisa tersambung ke jaringan internet, karena sistem kerja craagle ini adalah menemukan serial number yang ada di internet.

Kelemahan dari aplikasi ini yaitu karena terkoneksi internet, jadi kemungkinan masuknya virus ke PC cukup rentan. Tapi hal itu tidak perlu dipikirkan jika anti virus yang ada di PC selalu update...

untuk mendapatkannya silahkan cari di
http://www.hacker-soft.net/Soft/Soft_2419.htm

selamat mencoba...

ALLAH LAH SATU-SATUNYA PENOLONGKU

Aku harus yakin walaupun bergabung seluruh manusia dan jin untuk menolongku tak mungkin terjadi apapun tanpa ijin-Nya.
Hatiku harus bulat total dan yakin-seyakinnya bahwa hanya Allahlah satu-satunya yang dapat menolongku memberi jalan keluar terbaik dari setiap urusan. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya, karena segala-galanya adalah milik-Nya dan sepenuhnya dalam kekuasaan-Nya. Tak ada yang dapat menghalangi jikalau Dia akan menolong hamba-hambaNya, Dia lah yang mengatur segala sebab datangnya pertolongan-Nya.

Oleh karena itu aku harus benar-benar berjuang berikhtiar untuk mendekati-Nya dengan
mengamalkan apapun yang disukai-Nya dan melepaskan hati ini dari ketergantungan selain-Nya, karena selain dia,aku hanyalah sekedar makhluk yang tak berdaya tanpa kekuatanNya. Ingatlah selalu janjinya "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya akan diberi jalan keluar dari setiap urusannya dan diberi rizki/pertolongan
dari tempat yang tak terduga dan barang siapa yang tawakal kepada Allah niscaya akan dicukupi segala kebutuhannya".

Seberat apapun beban hidup kita hari ini....
Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi,
Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani,
Sebesar apapun kegagalan yang kita rasakan,
sejenuh apapun hari-hari yang kita lalui..
Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Illahi...
Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi...
Karena harapan adalah masa depan...
Karena harapan adalah sumber kekuatan...
Karena Do'a adalah pintu kebaikan....
Karena Do'a adalah senjata orang beriman...

Sumber: Hamba Allah

AKU HARUS SIAP MENGHADAPI HIDUP INI, APAPUN YANG TERJADI

Hidup di dunia ini hanya satu kali, aku tak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna tugasku adalah menyempurnakan niat dan ikhtiar, perkara apapun yang terjadi kuserahkan kepada Allah Yang Maha Tahu yang terbaik bagiku.

Aku harus selalu sadar sepenuhnya bahwa yang terbaik bagiku menurutku belum tentu yang terbaik menurut Allah.
Bahkan sangat mungkin aku terkecoh oleh keinginan dan harapanku sendiri.

Pengetahuanku tentang diriku atau tentang apapun amat terbatas
Sedangkan pengetahuan Allah menyelimuti segalanya,
Dia tahu awal, akhir dan segala-galanya

Sekali lagi betapapun aku sangat menginginkan sesuatu, tetap hatiku harus kupersiapkan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku.
Karena mungkin itulah yang terbaik bagiku.

Sumber : Hamba Allah

SENDIRI

SENDIRI

Teman...sering dalam jenak kehidupan kita lupa memaknai akan kesendirian.
Sering muncul keluh kesah dalam lisan kita tatkala tiada lagi saudara yang menyertai tapak kaki kita.

Atau keluarnya wajah-wajah masam tatkala tiada lagi tempat berkeluh kesah,
tiada lagi penampung cerita kita.
Bahkan sering dengan kesendirian itu memundurkan langkah kita dari aktifitas
yang selama ini kita lakukan.

Teman...kita juga sering tiada menyadari dan mengakui nikmatnya sebuah kesendirian.
Kesendirian untuk mencintai RabbNya, kesendirian dalam mengiqob diri, kesendirian untuk menangisi betapa banyak nikmat yang terlupa kita syukuri, kesendirian untuk memunguti keping-keping cintaNya yang tersebar di muka bumi.

Teman...Kalaulah kita mau berhenti sejenak.
Menatap dan menunduki ayat-ayatNya maka akan kita temukan bahwasanya kesendirian adalah sebuah sunatullah. Kesendirian itulah yang akan menemani setiap langkah kita.

Ketika kita hanya berharap akan ridho Allah, maka kesendirian itu akan bernilai.
Kesendirian akan mengukur sejauh mana komitmen kita terhadap nilai-nilai syar'i yang harus kita tegakkan.
Kesendirian akan mampu menjadi tolak ukur sejauh mana kita menegakkan muroqobatullah
(mendekatkan diri kepada Allah)...bahwasanya apapun yang kita lakukan Allah Yang Maha Melihat, Yang Maha Mengetahui segala sesuatu akan senantiasa menilai
amalan kita meskipun sebesar biji dzarah.

Teman...Ketika menghadap Allah pun kita tertunduk sendirian bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan.

Tatkala di alam kubur kita juga sendirian hanya ditemani amal-amal yang telah kita lahirkan.
Teman, nikmatilah kesendirian dengan cara yang benar. nikmati dengan penuh ketundukan kepda segala aturanNya.
Nikmati segala apa yang telah diberikanNya.

Nikmati kesendirian dengan penuh kepasrahan dan tawakal untuk mengarungi segala skenario kehidupan yang telah diberikan oleh Rabb Pengatur hidup kita maka akan kita temukan ternyata setiap skenarioNya tidak ada yang tidak bermakna...

Sumber: Hamba Allah

pesta demokrasii

9 April 2009....
hmm..libur....

wah senangnya..
oh ya dunk..
tapi satu hal...pemilu...

hmm....jadi malas nulis...lagi sakit kepala...kayaknya penyakit lama kambuh...

oh.ya intinya...diri ga' nyontreng,,,,,prosedurnya ribet.....
mau ikut berpartisipasi sebagai warga negara yang baik saja kok susah...
apa harus pulang kampung dulu biar bisa nyontreng....
trus kenapa KTP saja tidak bisa dijadikan sebagai dasar untuk nyontreng.....
kalau seperti ini, warga yang sedang dalam melakukan perjalanan ke daerah lain tidak bisa nyontreng, terutama kami mahasiswa.....

yah biarlah....
moga dengan hasil yang didapat nantinya dapat menjadikan bangsa dan negara ini lebih baik dari sebelumnya..
Aminn...

Rabu, April 08, 2009

Rumah Sakit Jiwa Menanti Caleg Stress

warnaislam.com — Anda mencalonkan diri dari anggota legislatif? Takut gagal dan stress? Jangan bingung, karena sejumlah rumah sakit jiwa telah bersiap-siap menampung pasien yang stress dan mengalami goncangan jiwa.

Salah satunya adalah Rumah Sakit Jiwa Lampung, Bandar Lampung. Rumah sakit ini telah menyiapkan satu bangsal berisi 100 tempat tidur untuk calon anggota legislatif atau caleg yang stres karena tak terpilih dalam pemilu.

Jangan takut dengan tenaga medis, karena bangsal ini dilengkapi 50 tenaga medis, tiga psikiater, dan dua psikolog serta enam dokter umum.

Bahkan menurut Direktur RSJ Lampung, Lilies Sumardijaningsih, ,pihaknya siap menambah jumlah tempat tidur jika pasien yang masuk melebihi kapasitas.

Kalau masih ada yang belum yakin, mungkin bisa ditanyakan langsung kepada pasiennya. Karena bahkan sebelum pemilu digelar, RSJ Lampung telah menerima tiga pasien stres karena pencalegan. Dua di antaranya masih dirawat.

Kebanyakan caleg stres karena tak terpilih, padahal mereka mengeluarkan dana besar. Bukan hanya berkisar ratusan juta, tapi juga tidak sedikit yang sampai milyaran. Dengan uang hasil berhutang sebanyak itu, mungkin dia berpikir pasti akan berhasil lolos jadi anggota legislatif. Kalau ternyata hasilnya jeblok, apa boleh buat, siap-siap stress dan masuk rumah sakit jiwa.

Easy get easy going

Kadang kita merasa bahwa kita mempunyai banyak hal, tapi dari hal itu semua jarang sekali ada terpikir bahwa dari semua hal yang kita punyai tersebut sangat mudah sekali kita mengeluarkan atau membelanjakannya.
Yah...easy get easy going...

Kita sering kali jarang sekali memperhitungkan apa yang telah kita keluarkan. Karena kita memperoleh itu dengan sangat mudah sekali, termasuk pada diri pribadi...cuma kuliah 3 hari saja dan itu pun tidak penuh seharian, terus mendapat sesuatu yang lebih...yah tanpa sepengetahuan "kesadaran" kita, jelas sekali terhadap apa yang kita peroleh tersebut sangat mudah sekali untuk "membuangnya". Kita berpikir bahwa bulan depan pasti dapat lagi..Memang dapat lagi...tapi permasalahannya bukan itu, melainkan bagaimana kita bisa mengontrol pengeluaran tersebut (handling control).

hmm....
yah memang diri kurang peka terhadap amanah yang satu ini. Segala sesuatu yang telah dititipkan pada setiap makhluk akan dipertanggungjawabkan penggunaan hak dan kewajibannya pada hari pertimbangan nanti..

Semoga untuk hari ke depan semua amanah yang menjadi tanggunggan kita dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya kelak,,,,,
Aminn...

Special thanks for Pak Budi..
Tiada hari tanpa senyum...
musafir perjuangan.. © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute